Minggu, 26 April 2026

Bangka Pos Hari Ini

Menilik Benteng Hej Fort Toboalij di Basel, Saksi Bisu Kisah Kolonial, Timah Hingga Perompak

Benteng Toboali dibangun pada 1757 untuk mengamankan pertambangan timah kala itu. Selain untuk perkantoran pertimahan, benteng juga berfungsi ...

Bangka Pos
Bangka Pos Hari Ini, Selasa (20/8/2024). 

KOTA Toboali, sebuah kota kecil yang berada di ujung selatan Pulau Bangka, masih banyak menyimpan misteri sejarah. Satu di antaranya keberadaan Benteng Toboali atau Hej Fort Toboalij.

Benteng Toboali merupakan saksi bisu dan menyimpan cerita sejarah perkembangan timah hingga penjajahan dari zaman kolonial Belanda.
 
Benteng Toboali terletak di Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan

Apabila mengunjungi benteng ini, seperti layaknya belajar sejarah. Terdapat sisi-sisi menarik, yang belum banyak diketahui orang. 

Benteng tersebut terletak lebih tinggi dari Kota Toboali.

Karena berada di area perbukitan setinggi 18 meter di atas permukaan laut dan menghadap langsung ke pantai.

Di dalamnya, menyimpan sejuta sejarah bagi kabupaten yang telah terbentuk sejak 21 tahun lalu.

Wisatawan tidak perlu membayar untuk memasuki Benteng Toboali yang letaknya tepat berada di belakang kawasan Polsek Toboali.

Saat menginjakkan kaki pertama kali di pintu masuknya, wisatawan disuguhkan beberapa anak tangga dan disambut sebuah benda berbentuk rudal yang berdiri ke arah langit tepat di sisi kanan benteng.

Benteng yang dibangun pada tahun 1825 itu, berukuran luas sekitar 54x32 meter dan menghadap ke utara Kota Toboali ini ditumbuhi rumput liar dan sebagian dinding ruangan banyak yang roboh.

Perang Timah

Diperkirakan, tujuan pembangunan Benteng Toboali adalah sebagai bentuk pertahanan tentara Belanda dan pelindung kepentingan Belanda di wilayah Bangka Selatan, terutama berkaitan dengan penguasaan pertambangan timah.

Pasalnya, pada 2 Juni 1722, Belanda memperoleh hak istimewa untuk memonopoli perdagangan timah dari Kesultanan Palembang.

Setelah itu, terjadi “perang timah” antara penduduk setempat, Belanda, dan etnis-etnis pendatang, sehingga Belanda merasa harus mempertahankan kepentingannya dengan membangun benteng.

Benteng Toboali berdiri di lokasi yang sangat strategis, yakni di atas bukit dan dekat dengan pantai, sehingga Belanda mudah untuk mengawasi lalu lintas laut.

Di dalam benteng, tepatnya bagian kiri, kita akan melihat tujuh ruangan yang berbentuk mirip sebuah kediaman atau kamar-kamar kecil. 

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved