Berita Pangkalpinang
Kisah Inspiratif Dua Paskibraka Nasional dari Bangka Belitung, Sukses Kibarkan Merah Putih di IKN
Prestasi ini bukan hanya mengharumkan nama daerah mereka, tetapi juga mengukir kenangan yang mendalam dan penuh makna
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua pelajar berbakat dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Loris Akbar Djailani dan Catherine, telah mengukir sejarah sebagai anggota Paskibraka Nasional pertama yang mengibarkan bendera merah putih di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Prestasi ini bukan hanya mengharumkan nama daerah mereka, tetapi juga mengukir kenangan yang mendalam dan penuh makna.
Loris Akbar Djailani, siswa SMAN 1 Pangkalpinang, sosok multitalenta dengan segudang prestasi ini menjalani peran yang tidak biasa selama masa pelatihan di diklat Paskibraka Nasional 2024.
Ia terpilih menjadi Pak Lurah, pemimpin di antara rekan-rekannya sesama Paskibraka Nasional. Peran ini menuntutnya untuk tidak hanya berdisiplin dan bertanggung jawab, tetapi juga menjadi panutan bagi teman-temannya.
"Menjadi Pak Lurah itu sebuah tanggung jawab besar, tapi saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa memimpin dengan baik," ujar Loris dengan penuh keyakinan dalam Dialog Ruang Tengah bersama Bangka Pos, Senin (26/8/2024).
Semangat Loris tak pernah surut, bahkan ketika ia harus menghadapi berbagai rintangan. Loris menceritakan momen-momen seru selama ia diklat baik di Jakarta maupun di IKN.
"Semua pengalamannya seru bagi saya, apalagi saya dipercayai menjadi pak Lurah, jadi setiap pagi itu saya ditugaskan untuk membangunkan teman-teman semua, jadi sudah pasti saya bangun lebih pagi dari mereka," tuturnya.
"Paskibraka Nasional tahun 2024 jadi momen bersejarah, yang tidak akan pernah saya lupakan. Punya teman baru dari seluruh Indonesia, mengemban tugas mengibarkan merah putih pertama di IKN," tuturnya.
Loris juga menceritakan, orangtua merupakan penyemangat dan motivasinya untuk terus menunjukkan yang terbaik.
Bahkan, salah satu momen paling emosional adalah ketika ia hampir ketinggalan name tag saat latihan gabungan di Pangkalpinang.
Saat itu hujan deras, dan ibunya meminta ayahnya untuk mengantar name tag tersebut.
"Ayah saya rela hujan-hujanan demi saya. Dukungan dari orang tua itulah yang membuat saya kuat, orangtua saya adalah support yang sangat luas biasa untuk saya," kata Loris dengan mata berkaca-kaca.
Meskipun sempat mengalami sakit diare selama di IKN, Loris tidak membiarkan hal tersebut meruntuhkan semangatnya.
"Rasa sakit itu langsung hilang saat hari pengibaran tiba. Bukan hanya Loris yang sakit tapi teman-teman disana juga sakit, saat hari pengibaran rasanya jiwa saya berbicara, saya harus menunjukkan yang terbaik, sakitnya langsung hilang," kenangnya.
Loris juga memberikan pesan kepada generasi muda, yang juga ingin menjadi Paskibraka Nasional untuk terus berlatih jangan pernah menyerah.
Cipayung Plus Babel Gelar Konsolidasi di Depan Mapolda Babel, Bakal Gelar Aksi Besar 1 September |
![]() |
---|
Puluhan Mahasiswa Datangi Mapolda Babel |
![]() |
---|
16 Tuntutan Mahasiswa Menggema di DPRD Babel, Dari Isu Nasional hingga Batu Beriga |
![]() |
---|
Mahasiswa BEM Babel Gelar Aksi di DPRD, Tabur Racun Tikus hingga Bakar Poster Puan Maharani |
![]() |
---|
Pusat Perbelanjaan BTC Pangkalpinang Lesu, Banyak Pedagang 'Gulung Tikar' |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.