Kapal Muatan Batu Bara Terbakar
Api di Tongkang Muatan Batu Bara yang Terbakar Berangsur Padam, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Dari jarak 1-2 mil dari bibir pantai, kapal ini terlihat, dengan kepulan asap tebal keluar dari muatan batu bara di atas tongkang.....
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Panas terik, angin kencang, serta ombak pasang menemani proses pemadaman api di tumpukan gunung, muatan batu bara yang dibawa kapal tugboat (TB) Marine Perkasa 8, pada Selasa (3/9/2024) siang, di Perairan Tanjung Kalian Mentok, Kabupaten Bangka Barat, ( Babar ).
Kebakaran muatan kargo batu bara di Tugboat TB Marine Perkasa 8 yang menarik tongkang BG Ocean Perkasa 8 menjadi perhatian publik.
Pasalnya, lokasi kapal yang berlabuh di dekat Tanjung Selokan, Selat Bangka, mengalami kebakaran sejak Senin (2/8/2024) malam. Namun, hingga siang hari tak kunjung padam.
Sehingga kru kapal meminta pertolongan dan lego jangkar di perairan Tanjung Kalian Mentok Bangka Barat, pada Selasa (3/9/2024) siang.
Dari jarak 1-2 mil dari bibir pantai, kapal ini terlihat, dengan kepulan asap tebal keluar dari muatan batu bara di atas tongkang.
Kapal ini, melakukan pelayaran dari Sungai Lilin Musi Banyuasin Sumsel, dari 31 Agustus 2024 lalu, menuju Bojonegara, mengantarkan muatan batu bara untuk bahan bakar PLTU di Suralaya, Cilegon.
Chief Officer TB Marine, Erwin Eka Hadi Saputra, ditemui di atas kapal, mengatakan, mereka belum mengetahui dugaan awal penyebab terjadinya kebakaran.
Ia mengatakan, kru kapal baru akan melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan setelah api berhasil dipadamkan.
Karena menurutnya, apabila api tak dipadamkan, bakal mencemari lingkungan dan mengganggu keamanan kapal.
"Terkait dugaan penyebab kebakaran, pihak kita belum mengetahui. Sementara ini kita memadamkan api dahulu baru melanjutkan perjalanan, biar aman," kata Chief Officer TB Marine, Erwin Eka Hadi Saputra, kepada Bangkapos.com, Selasa (3/9/2024) siang.
Sementara berdasarkan pantauan Bangkapos.com, proses pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan dari TNI AL, Polrairud Polres Bangka Barat dan Polairud Polda Babel.
Api telah berangsur-angsur padam, dari sisi depan kapal tongkang, personel memadamkan api, hingga ke sisi belakang muatan batu bara.
Ketika berada di lokasi, terasa panas terik dari cuaca, ditambah panas dari batu baru bercampur menjadi satu.
Selain itu, kepulan asap pekat yang tak berhenti keluar dari muatan batu baru. Mengganggu pandangan mata.
Sementara tim pemadam, dari Polairud dan TNI AL, menggunakan water cannon dan selang panjang secara bergantian menyemprotkan air ke tengah muatan batu bara.
Sembari dibantu kapal bantuan lain yang menyiramkan air ke tengah muatan.
Erwin Eka Hadi Saputra, menceritakan awal mula kebakaran terjadi.
"Berawal kami dari Palembang menuju ke Pelabuhan Suralaya Cilegon, pas perjalan pada 31 Agustus 2024, sekitar pukul 11.30 WIB, kita mengalami kebakaran, dengan tanda-tanda asap di sebeleh kiri tongkang bagian tengah," kata Erwin kepada Bangkapos.com, Selasa (3/9/2024) di atas kapal TB Marine
Dengan kondisi itu, dikatakan Erwin mereka memutuskan untuk devisiasi di perairan Tanjung Selokan, Selat Bangka.
"Terus kita memutuskan devisiasi menuju Tanjung Selokan, untuk tindak lanjut agar bisa di kirim pemadam, dari pihak pemilik barang," kata Erwin.
Erwin menjelaskan, kebakaran muatan batu bara terjadi setelah kapal menempuh perjalanan sekitar 8 jam dari Sungai Lilin, Musi Banyuasin Sumsel.
"Jadi kejadian kebakaran itu kita ketahui pukul 11.30 WIB siang, ketahuan di perairan Tanjung Selokan, perjalanan dari OB Muara sampai Tanjung Selokan 30 mil sekitaran 8 jam," ungkapnya.
Sementara untuk muatan batu bara, dikatakan Erwin, berjumlah 7.500 metrik ton, untuk bahan bakar PLTU di Suralaya, Cilegon. (Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240903-Panas-terik-angin-kencang-serta-ombak-pasang-menemani-proses-pemadaman.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240903-Kebakaran-muatan-cargo-batu-bara-di-Tugboat-TB-Marine-Perkasa-8-2.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240903-Kebakaran-muatan-cargo-batu-bara-di-Tugboat-TB-Marine-Perkasa-8-1.jpg)