Sabtu, 25 April 2026

Kapal Muatan Batu Bara Terbakar

Tugboat Bermuatan 7.500 Metrik Ton Batu Bara Terbakar di Selat Bangka, Api Muncul dari Sisi Kiri

Mereka secara bergantian, menggunakan water cannon dengan selang panjang menyemprotkan air ke tengah muatan batu bara. Sembari dibantu kapal lain...

Tugboat Bermuatan 7.500 Metrik Ton Batu Bara Terbakar di Selat Bangka, Api Muncul dari Sisi Kiri - 20240903-Kebakaran-muatan-cargo-batu-bara-di-Tugboat-TB-Marine-Perkasa-8-2.jpg
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kebakaran muatan cargo batu bara di Tugboat TB Marine Perkasa 8 yang menarik tongkang BG Ocean Perkasa 8 dipadamkan tim gabungan dari Polairud dan TNI AL di perairan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat, pada Selasa (3/9/2024).
Tugboat Bermuatan 7.500 Metrik Ton Batu Bara Terbakar di Selat Bangka, Api Muncul dari Sisi Kiri - 20240903-Kebakaran-muatan-cargo-batu-bara-di-Tugboat-TB-Marine.jpg
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kebakaran muatan cargo batu bara di Tugboat TB Marine Perkasa 8 yang menarik tongkang BG Ocean Perkasa 8 dipadamkan tim gabungan dari Polairud dan TNI AL di perairan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat, pada Selasa (3/9/2024).
Tugboat Bermuatan 7.500 Metrik Ton Batu Bara Terbakar di Selat Bangka, Api Muncul dari Sisi Kiri - 20240903-Kebakaran-muatan-cargo-batu-bara-di-Tugboat-TB-Marine-Perkasa-8-3.jpg
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kebakaran muatan cargo batu bara di Tugboat TB Marine Perkasa 8 yang menarik tongkang BG Ocean Perkasa 8 dipadamkan tim gabungan dari Polairud dan TNI AL di perairan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat, pada Selasa (3/9/2024).

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kebakaran muatan cargo batu bara di Tugboat TB Marine Perkasa 8 yang menarik tongkang BG Ocean Perkasa 8 di dekat Tanjung Selokan, Selat Bangka dalam pelayarannya dari Sungai Lilin Sumsel, menuju Bojonegara.

Pantauan Bangkapos.com, proses pemadaman dilakukan oleh tim gabungan dari TNI AL, Polrairud Polres Bangka Barat dan Polairud Polda Babel.

Sekitar 20 menit perjalanan dari dermaga pelabuhan Tanjung Kalian menuju ke lokasi Tugboat TB Marine di sekitaran Perairan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat.

Dari lokasi itu, terasa panas terik dari cuaca ditambah panas dari batu baru bercampur menjadi satu.

Selain itu, kepulan asap yang tak berhenti keluar dari muatan batu baru. Mengganggu pandangan mata.

Saat itu pula, kru dari kapal dan personel Polairud berjibaku memadamkan api.

Mereka secara bergantian, menggunakan water cannon dengan selang panjang menyemprotkan air ke tengah muatan batu bara. Sembari dibantu kapal lain yang menyiramkan air ke tengah muatan.

Chief Officer TB Marine, Erwin Eka Hadi Saputra, menceritakan awal mula terjadinya kebakaran terjadi.

"Berawal kami dari Palembang menuju ke Pelabuhan Suralaya Cilegon, pas perjalan pada 31 Agustus 2024, sekitar pukul 11.30 WIB, kita mengalami kebakaran, dengan tanda-tanda asap di sebeleh kiri tongkang bagian tengah," kata Erwin kepada Bangkapos.com, Selasa (3/9/2024) di atas kapal TB Marine. 

Kebakaran muatan cargo batu bara di Tugboat TB Marine Perkasa 8 yang menarik tongkang BG Ocean Perkasa 8 dipadamkan tim gabungan dari Polairud dan TNI AL di perairan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat, pada Selasa (3/9/2024).
Kebakaran muatan cargo batu bara di Tugboat TB Marine Perkasa 8 yang menarik tongkang BG Ocean Perkasa 8 dipadamkan tim gabungan dari Polairud dan TNI AL di perairan Tanjung Kalian Mentok, Bangka Barat, pada Selasa (3/9/2024). (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Dengan kondisi itu, dikatakan Erwin mereka memutuskan untuk devisiasi di perairan Tanjung Selokan, Selat Bangka.

"Terus kita memutuskan devisiasi menuju Tanjung Selokan, untuk tindak lanjut agar bisaa di kirim pemadam, dari pihak pemilik barang," kata Erwin.

Erwin menjelaskan, kebakaran muatan batu bara terjadi setelah kapal menempuh perjalanan sekitar 8 jam dari Sungai Lilin, Musi Banyuasin Sumsel.

"Jadi kejadian kebakaran itu kita ketahui pukul 11.30 WIB siang, ketahuan di perairan Tanjung Selokan, perjalanan dari OB Muara sampai Tanjung selokan 30 mil sekitaran 8 jam," ungkapnya.

Belum diketahui penyebab kebaran terjadi, Erwin mengatakan, saat ini kapal masih berlabuh di Tanjung Kalian, untuk memadamkan api di dalam muatan.

"Terkait dugaan pihak kita belum mengetahui. Sementara memadamkan api dahulu baru melanjutkan perjalanan, biar aman," katanya.

Sementara untuk muatan batu bara, dikatakan Erwin, berjumlah 7.500 metrik ton, untuk bahan bakar PLTU di Suralaya, Cilegon. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved