Senin, 20 April 2026

Berita Belitung

Diduga Suspek Cacar Monyet, Pria Tinggal di Perkebunan Sawit di Belitung Dilarikan ke RSUD

Tim puskes akhirnya melakukan survailans aktif di kediaman pasien yang berada di barak perumahan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Hendra
(IST/dok Puskesmas Badau) 
Tim Puskesmas Badau bersama Dinkes Kabupaten dan Provinsi melakukan pemeriksaan terhadap pasien terduga Mpox. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Pria berusia 23 di Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung diduga suspek suspek penyakit Monkeypox (MPOX) atau cacar monyet pada Senin (2/9/2024).

Pasien tersebut diketahui suspek cacar monyet dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Badau.

Dari hasil pemeriksaan awal, pria tersebut mengalami gejala mirip dengan cacar monyet. Seperti terjadi ruam gatal hampir di sekujur tubuh dari wajah, dada, perut, telapak tangan, kaki bahkan area genital.

Ditambah demam yang tidak terlalu tinggi, ngilu dan meriang serta pembengkakan di kelenjar leher. 

"Ini memang belum terkonfirmasi Mpox karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BBLK Palembang. Kesimpulan kami diawal itu kemungkinan gejala yang diakibatkan infeksi virus atau bakteri," ujar Kepala Puskesmas Badau dr Jubel TH Gultom kepada posbelitung.co.

Ia menjelaskan setelah menerima pasien tersebut, pihak Puskesmas Badau langsung memastikan penyebab penyakit tersebut. Terlebih Kemenkes juga telah mengeluarkan edaran terkait penyebaran kasus Mpox di Indonesia.

Tim puskes akhirnya melakukan survailans aktif di kediaman pasien yang berada di barak perumahan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Tim menanyakan kontak pasien sebelum tertular sampai pada riwayat perjalanannya.

"Rupanya pasien ini sudah 8 bulan di sini dari Lombok dan tidak pernah kemana-kemana (luar kota)," katanya.

Kemudian tim puskes berkoordinasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung hingga Provinsi Kepulauan Babel sesuai mekanismenya.

Akhirnya berdasarkan koordinasi tim Dinkes kabupaten dan provinsi dilakukanlah pemeriksaan PCR oleh dr Lingnawati Sp.PK  dari Labkesmas Provinsi Bangka Belitung untuk tujuan memastikan diagnosa. 

"Kami ambil spesimennya baik dari ruam maupun darahnya untuk dikirimkan ke Laboratorium Khusus  Rujukan Wilayah  Sumatera Bagian Selatan di BBLK Palembang," katanya.

Di sisi lain, Gultom menyatakan sudah berkoordinasi dan berkonsultasi melalui telekonsultasi  dan video call dengan  dokter spesialis kulit dr Shinta M Sp KK, RSUD Sukarno Provinsi Babel terkait pasien tersebut. 

Gultom berharap penyakit tersebut bukan Mpox. Namun begitupun puskesmas harus tetap siaga utk mencegah kondisi memburuk

"Karena itu tugas kami sebagai upaya promotif dan preventif serta survailans secara terus menerus," katanya.

Gultom menambahkan bahwa sebelumnya pasien sudah di isolasi secara mandiri di barak perusahaan.

Tetapi karena ruam di mulut mengakibatkan pasien kesakitan saat makan dan tidak adanya keluarga yang merawat dan membantu menyediakan kebutuhan makan minum.

"Kemarin kami bersama tim langsung membawa pasien ke RSUD dan sudah serah terima," katanya. (posbelitung.co/dede s) 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved