Profil Tokoh

Sosok Faisal Basri Ekonom Senior Indonesia Meninggal Dunia, Kritiknya Lugas dan Tajam

Ekonom senior Indonesia, Faisal Basri, meninggal dunia pada Kamis (5/9/2024) pagi di usia 65 tahun, Kerap Kritik Pemerintah

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: fitriadi
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
Ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, dalam diskusi soal ekonomi, di Veteran Cafe, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016). 

BANGKAPOS.COM--Ekonom senior Indonesia, Faisal Basri, meninggal dunia pada Kamis (5/9/2024) pagi di usia 65 tahun.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh ekonom dari Institut for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad.

 "Iya benar, saya sedang menuju ke rumah sakit. Mohon doanya," ujar Tauhid, dikutip dari Tribunnews.com.

Faisal Basri menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta.

Informasi mengenai wafatnya disampaikan oleh Tauhid melalui pesan singkat di grup diskusi ekonomi.

"Innalillahi wa innailaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah hari ini Kamis, 5 September 2024, pukul 03.50 WIB di RS Mayapada," tulis Tauhid.

Faisal Basri meninggalkan keluarga yang sangat kehilangan, termasuk istri Syafitrie (Fitrie) Anwar Ibrahim Basri, dan anak-anaknya, Siti Nabila Azuraa Basri serta Muhammad Attar Basri.

Jenazah Faisal akan dimakamkan setelah salat Ashar dari Masjid Az Zahra, Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan.

Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri didampingi Anggota tim memberikan keterangan mengenai komposisi sumber BBM di Indonesia di Kementrian ESDM, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat , Minggu (21/12/2014). Dalam keterangan tersebut, terdapat beberapa rekomendasi yang akan diajukan kepada pemerintah terkait penentuan harga BBM bersubsidi yang dapat menciptakan insentif bagi penghematan BBM oleh masyarakat dan peningkatan investasi pada industri pengilangan minyak di dalam negeri.
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri didampingi Anggota tim memberikan keterangan mengenai komposisi sumber BBM di Indonesia di Kementrian ESDM, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat , Minggu (21/12/2014). Dalam keterangan tersebut, terdapat beberapa rekomendasi yang akan diajukan kepada pemerintah terkait penentuan harga BBM bersubsidi yang dapat menciptakan insentif bagi penghematan BBM oleh masyarakat dan peningkatan investasi pada industri pengilangan minyak di dalam negeri. (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Profil Faisal Basri

Faisal Basri adalah salah satu ekonom terkemuka di Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang di bidang akademis dan politik.

Lahir dengan nama Faisal Nur Fiqih, ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) pada 1985.

Faisal kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Vanderbilt University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Arts bidang Ekonomi pada 1988.

Sebagai akademisi, Faisal Basri mengajar di berbagai program studi di UI, termasuk Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, dan Ekonomi Pembangunan.

Dikutip dari lpem.org, kariernya sebagai akademisi dimulai dari pengajar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UI untuk mata kuliah Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi (1981-sekarang).

Ia juga merupakan pengajar pada Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), dan Program Pascasarjana Universitas Indonesia (1988-sekarang).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved