Kamis, 28 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Mencicipi Martabak Manis Mas Hendra Parittiga, Sekali Gigit Lumer di Mulut

Satu di antaranya martabak yang terkenal di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, yaitu milik Mas Hendra

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Riki Pratama
Lapak martabak Mas Hendra di Jalan Garasi Simpang Purba, Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Apabila datang ke Pulau Bangka, tidak lengkap rasanya bila tidak mencicipi martabak Bangka langsung dari tempat asalnya. 

Satu di antaranya martabak yang terkenal di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, yaitu milik Mas Hendra.

Lapak martabak manis dan telur ini, berada di Jalan Garasi Simpang Purba, Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, samping rumah makan pecel lele.

Martabak milik Hendra ini lembut dan rasanya benar-benar gurih dan lumer di mulut.

20240910 Mas Hendra di Jalan Garasi Simpang Purba
Lapak martabak Mas Hendra di Jalan Garasi Simpang Purba, Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga

Hendra berjualan martabak telah 20 tahun, dari ia bujangan hingga memiliki istri dan anak.

Tentunya kualitas martabak Hendra tak perlu lagi diragukan.

Warga Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga ini, mencerikan banyak hal, terkait pasang surut berjualan martabak.

"Sudah 20 tahun, awalnya saya bantu abang jualan di sini Parittiga terus sambil belajar, buka sendiri 2012, modal nekat, dari ilmu yang saya dapat dari abang saya," kata Hendra kepada Bangkapos.com, Selasa (10/9/2024).

Pria asal Tegal, Jawa Tengah ini berjibaku membesarkan dagangannya.

Ia sudah merasakan jatuh bangun berjualan martabak hingga akhirnya memiliki banyak pelanggan tetap saat ini.

"Saya hanya punya keahlian ini, karena ada pengalaman membuat martabak manis dan telur dan saat ini alhamdulilah sudah banyak pelanggan," katanya.

20240910 martabak Mas Hendra
Lapak martabak Mas Hendra, berada di Jalan Garasi Simpang Purba, Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga

Hendra mengatakan, selama 20 tahun berjualan martabak, kiri khas rasa dan kualitas yang terus dipertahankan.

Menurutnya hal itu dilakukan agar dapat bersaing dengan penjual martabak lainnya.

"Banyak yang bilang pas di lidah, enak gitu, baik martabak manis dan telur. Waktu saya merintis omsetnya sehari hanya Rp 150 ribu, tetapi kalau saat ini mencapai Rp 1 juta," ujarnya.

Hendra beserta istrinya membuka lapak martabak pukul 14.30 WIB hingga tutup tengah malam. 

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved