Korupsi Tata Niaga Komoditas Timah
Pengakuan Tamron Alias Aon Sebut Ada Penurunan Harga Sewa yang Dibayar PT Timah
Pengakuan Tamron alias Aon selaku pihak smelter menyebut ada penurunan harga sewa yang dibayar PT Timah.
Penulis: Widodo | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM -- Pengakuan Tamron alias Aon selaku pihak smelter menyebut ada penurunan harga sewa yang dibayar PT Timah.
Informasi itu bermula ketika Ketua Majelis Hakim Eko Aryanto bertanya pada Tamron soal pertemuannya dengan eks Direktur Utama PT Timah Riza Pahlevi dan perwakilan smelter swasta termasuk dengan Harvey Moeis.
Saat itu Aon menyebut pertemuan turut dihadiri oleh sejumlah pihak yakni, Harvey Moies selaku perwakilan PT RBT, Riza Pahlevi selaku Dirut PT Timah, Suwito Gunawan selaku Komisaris PT Stanindo Inti Perkasa dan Rosalina selaku General Manager PT Tin.
Terkait hal tersebut Aon mengaku pada Hakim hanya mengikuti pertemuan pertama yang dimana saat itu membicarakan soal kerjasama dengan PT Timah Tbk.
Kemudian pada pertemuan-pertemuan berikutnya Aon menyebut dirinya tak terlibat terkait pembahasan tersebut.
Hanya saja dalam pertemuan berikutnya, ia kembali hadir namun saat itu membicarakan soal penurunan harga sewa dari PT Timah.
"Belakangan ini saya datang gak pernah ikut apa-apa, saya cuma tau tentang penurunan harga diri PT Timah aja," ucap Tamron.
Mendengar hal itu Hakim Eko pun coba mendalami penurunan harga yang dimaksud Tamron.
Hakim kala itu mempertanyakan berapa biaya sebenarnya yang disepakati antara CV VIP yang dimiliki Aon dengan PT Timah Tbk.
Sehingga Hakim pun mempertanyakan apakah sebelumnya telah ada surat perjanjian (SP) antara VIP dengan PT Timah terkait kerjasama tersebut.
"Penurunan? Emang sebelumnya berapa harganya?" tanya Hakim.
"3.700 (Per Metrik Ton) turun ke 3.300 turun ke 2.700," kata Tamron.
"Pertemuan-pertemuan tadi apakah sudah ditandatangani SP nya?" tanya Hakim.
"Pertemuan itu setelah ditandatangani setahu saya, karena penurunan harga saya datang," kata Tamron.
Hanya saja terkait SP tersebut Tamron mengaku tidak pernah membacanya lantaran hal itu diurus oleh Direktur Utama PT VIP Hassan Tjie.
| Kejari Bangka Selatan Sita Uang Rp3,094 Miliar dan Segel SPBU dari Kasus Korupsi Tata Niaga Timah |
|
|---|
| Sosok Adhiya, Bos Buzzer Disebut Marcella di Kasus Harvey Moeis, Bayaran Hampir Rp600 Juta per Bulan |
|
|---|
| Terungkap Pengakuan Marcella di Pengadilan: Buzzer Dibayar Rp 597 Juta demi Selamatkan Harvey Moeis |
|
|---|
| Kejari Bangka Tengah Upayakan Pemda Bisa Manfaatkan Aset Sitaan Negara Milik Aon |
|
|---|
| Kasus Korupsi Timah 270 T Masih Berbuntut Panjang, Kejari Basel Periksa Pejabat PT Timah dan Mitra |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240604-Tahap-II-tersangka-Aon-dan-Achmad-Albani-5.jpg)