Tribunners

Literasi Sejarah yang Istimewa

Dengan sejarah kita dapat bercermin bagaimana perjuangan bangsa dan individu mencapai tujuan dan kebebasan berpikir.

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Nurlaili, S.Pd. - Guru Sejarah SMAN 1 Riau Silip 

Oleh: Nurlaili, S.Pd. - Guru Sejarah SMAN 1 Riau Silip

SEJARAH adalah filsafat yang mengajar dengan contoh dan peringatan” Henry St. John Bolingbroke. Kutipan ini membawa seorang berangan-angan menuju ke masa lampau dengan mengambil hikmah. Bukankah masa lampau akan menjadi sejarah pahit ataupun manis menuju masa depan? Pertanyaan tersebut menjelaskan kepada kita bahwa peran penting sejarah sangat berdampak besar bagi sebuah kehidupan, maka tidaklah pantas untuk melupakan sejarah karena sejarah salah satu yang dapat membentuk pribadi seseorang.

Demikian pula dalam belajar sejarah di sekolah. Dalam konteks sejarah bagi seorang pelajar, hendaklah sedini mungkin dan sebanyak mungkin dilatih membaca tentang tokoh-tokoh inspiratif dan peristiwa bersejarah. Hal ini dapat membantu menumbuhkan pribadi yang kuat menuju masa depan. Melalui sejarah, kita dapat melihat karakter tokoh, dan dapat diperjelas juga bahwa pribadi bangsa Indonesia dapat diambil dari nilai-nilai kebijaksanaan sejarah Indonesia. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau” dan “pribadi adalah manusia sebagai perseorangan”. Dengan demikian, kita dapat mengetahui bagaimana penting dan besarnya sebuah sejarah dapat memengaruhi perkembangan pribadi seseorang menuju masa depan.

Sebab yang membuat sejarah adalah manusia itu sendiri. Seperti yang sering dikatakan bahwa manusia adalah sebagai subjek dan sebagai objek sejarah, yaitu bagaimana seorang sebagai pelaku dari peristiwa sejarah mempunyai kemampuan untuk berpikir, berkomunikasi, berorganisasi, berkreasi, dan beradaptasi untuk dijadikan sasaran dari dampak peristiwa sejarah.

Kemudian proses hingga dapat mengalami perubahan. Perubahan kehidupan mereka di masa mendatang. Perubahan yang terjadi mungkin dapat mengubah fisik, mental, sosial, budaya, politik, dan ekonomi, yang baik positif maupun negatif, dan mungkin juga dapat bersifat permanen atau sementara. Hal tersebut dapat diartikan bahwa hubungan antara manusia dengan sejarah adalah hubungan yang selaras dan dinamis, yang saling memengaruhi dan dipengaruhi satu dengan yang lainnya dalam menata kehidupan dan harapan pribadi dan masa depan.

Dengan sejarah kita dapat bercermin bagaimana perjuangan bangsa dan individu mencapai tujuan dan kebebasan berpikir. Belajar sejarah dapat juga membantu membangun rasa persatuan dan kesatuan untuk mencapai kemerdekaan. Misalnya, sejarah Hari Pendidikan Nasional, tidak luput yang kita ingat pasti tokoh yang bernama Ki Hajar Dewantara. Tokoh pendidikan yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjadiningrat ini banyak menginspirasi dan memberikan makna yang luar biasa. Dan banyak lagi tokoh-tokoh lainnya. Kita dapat menggantikan suatu peristiwa sejarah dengan menyebutkan atau mengaitkan sebuah nama.

Sejarah juga dapat membuat perubahan sejarah kembali. Sejarah juga dapat terulang atau diulangi oleh seseorang hanya karena ingin disamakan dengan orang lain dan mengidolakan tokoh atau lainnya yang menjadi inspirasi bagi mereka. Itulah salah satu dari belajar sejarah, penting untuk membantu mengembangkan atau membentuk pribadi seseorang. 

Dikutip dari laman Deckarenas dan Belajar giat, seseorang yang sangat terinspirasi menjadi pribadi yang baik dari mempelajari sejarah hidup seseorang. Sejarah pribadi yang bisa menjadi referensi belajar, tentang seseorang yang mustahil berhasil, namun karena melihat sejarah hidup orang lain yang berhasil, ia pun bertekad memperbaiki hidupnya. “Kenangan berharga yang tidak terlupakan, pengorbanan pendidikan untuk adam, bersyukur bisa kuliah, masa kecil, menjadi orang sukses adalah impianku.”

Berdasarkan penjelasan di atas, maka kita memahami lewat pelajaran sejarah juga dapat berfokus pada siswa untuk membentuk karakter atau pribadi untuk mewujudkan cita-cita di masa mendatang. Karena belajar sejarah dapat merangsang pikiran, dapat tertarik pada sejarah dan bersemangat meningkatkan kesadaran menanamkan rasa pentingnya budaya, sifat sosial lainnya. Karena pendidikan tidak hanya berfokus pada akademis, tetapi juga dapat membentuk karakter pribadi siswa yang diimplementasikan dalam bentuk keterampilan, dengan nilai-nilai moral serta tanggung jawab.

Inilah mengapa literasi sejarah merupakan salah satu cara yang penting untuk melatih mengembangkan pribadi siswa di masa depan. Pengajaran mental seperti dapat membentuk pribadi saling menghormati, memupuk rasa persatuan dan kesatuan, mengubah karakter pribadi mandiri. Ingatlah Bung Karno dengan “Jas Merah”-nya;  Jangan sekali-kali melupakan sejarah. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved