Selasa, 5 Mei 2026

Berita Viral

Sosok Sartika, Guru Honorer yang Dikeluarkan dari Dapodik, Berawal dari Permasalahan Suami

Sosok Sartika, guru honorer dikeluarkan dari Dapodik dan dinonaktifkan mengajar berawal dari permasalahan suami terkait politik.

Tayang:
Penulis: Widodo | Editor: Evan Saputra
Kompas.com/Defriatno Neke
Sosok Sartika, guru honorer dikeluarkan dari Dapodik dan dinonaktifkan mengajar berawal dari permasalahan suami terkait politik. 

BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Sartika, guru honorer yang dikeluarkan dari Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dan dinonaktifkan mengajar.

Hal itu berawal dari permasalahan suami terkait politik.

Sartika yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri 2 Kabangka mengaku bahwa ia masih hadir di sekolah pada hari Senin (1/10/2024).

Namun, saat istirahat, ia mengecek akun info GTK dan mendapati statusnya berubah menjadi tidak aktif.

"Hari Senin itu saya masih masuk mengajar, saat jam istirahat, saya cek sendiri akun info GTK, saat saya cek langsung merah dan tidak aktif," ungkap Sartika dilansir dari Kompas.com Selasa (8/10/2024).

Kekhawatiran Sartika semakin meningkat setelah ia mengetahui Dapodiknya dinyatakan tidak aktif.

"Saya kan pegang kelas, kelas 2, jadi saya setiap hari pergi sekolah. Tiba-tiba saya kaget Dapodikku langsung begitu (non aktif)," ujarnya.

Ia juga telah menanyakan kepada operator sekolah, namun operator tersebut mengaku bingung mengenai status Dapodiknya.

Sartika menduga bahwa pengeluaran Dapodiknya berkaitan dengan pilihan politik suaminya, yang mendukung salah satu pasangan Calon Bupati Muna.

"Ada memang diwanti-wanti sebelumnya oleh kepala sekolah, dia sampaikan bagaimana suamiku, dia ikut terus politik. Saya bilang suami juga (pilihannya), saya ikut (pilihan) bapak saja, suamiku kan bukan ASN," jelasnya.

Hingga saat ini, Sartika belum kembali mengajar di SDN 2 Kabangka.

Nasib seorang guru honorer, Sartika, di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, dilaporkan dikeluarkan dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan dinonaktifkan dari mengajar.

Melansir pemberitaan TribunJatim.com, Kepala Sekolah SDN 2 Kabangka, La Ganefo, saat dihubungi mengaku bingung dengan situasi ini.

"Sudah ditangani organisasi PGRI dengan Diknas. Kita bingung juga ini, sudah diingatkan oleh organisasi PGRI kalau konfirmasi sudah lengkap di sana," kata La Ganefo.

Ia menegaskan bahwa di sekolahnya tidak ada anjuran untuk terlibat dalam politik.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved