Kamis, 4 Juni 2026

Berita Bangka Barat

Asin Sembunyi di Rawa-rawa Usai Bunuh Istrinya, Bertahan Hidup dari Hasil Kebun Warga

Asin, suami yang bunuh istri berhasil ditangkap polisi dari tempat persembunyiannya di rawa-rawa hutan Kampung Cina, Dusun Penganak

Tayang:
Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Istimewa
Pencarian terhadap terduga pelaku pembunuhan istri di Bangka Barat, dilakukan polisi mengunakan drone untuk menyisir hutan tempat pelaku bersembunyi, pada Senin (14/10/2024). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sempat buron selama empat hari, Riki Arianto alias Asin (26) yang tega menghabisi nyawa istrinya berhasil ditangkap, Senin (14/10) siang. Saat ini Asin masih menjalani pemeriksaan di Polsek Jebus.

Diketahui Asin kabur setelah membunuh istrinya Lenny (21) warga Kampung Cina, Dusun Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, Jumat (11/10) lalu.

Sejak saat itu Asin yang diduga mengalami depresi menjadi buruan anggota kepolisian, sebelum akhirnya dibekuk di kawasan hutan rawa Dusun Penganak.

Kanit Reskrim Polsek Jebus, Ipda Eko Prasetyo seizin Kapolsek Jebus, Kompol Albert, menjelaskan penangkapan tersangka Asin berlangsung dramatis.

Berawal dari informasi masyarakat setempat yang melihat keberadaan tersangka di kebun milik warga di kawasan hutan Dusun Penganak, Minggu (13/10).

“Kami dapat informasi kemarin, ada sejumlah orang yang melihat keberadaan tersangka mengambil hasil kebun milik warga untuk konsumsi karena bertahan di hutan,” ujar Ipda Eko kepada Bangkapos.com, Senin (14/10).

Lalu, Senin (14/10) anggota Unit Reskrim bersama warga melakukan penyisiran di kawasan hutan rawa Dusun Penganak yang diduga menjadi lokasi persembunyian Asin.

Hutan itu berjarak sekitar 10 kilometer dari rumah tersangka atau tempat kejadian pembunuhan.

“Di hari keempat, anggota dibantu warga melakukan pencarian di kawasan hutan rawa yang
banyak ditumbuhi pohon sawit di Dusun Penganak,” ungkapnya.

Lanjut Ipda Eko, saat menyisir hutan rawa pihaknya menemukan Asin sedang bersembunyi.

“Kami menyisir hutan bersama warga, sekitar pukul 12.30 WIB kami temukan tersangka bersembunyi di rawa-rawa,” ujarnya.

Kata Ipda Eko, sebelum membekuk Asin pihaknya melakukan pendekatan. Tersangka pun akhirnya berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

“Pada saat pelaku bersembunyi dilakukan pendekatan oleh pihak keluarga agar keluar dari tempat persembunyianya,” sebut Eko.

Ia menambahkan, saat ditemukan pelaku dalam keadaan sehat. Selanjutnya diamankan dan dibawa ke Polsek Jebus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Keterangan awal tersangka, dia melakukan pembunuhan terhadap istrinya karena linglung dansakit kepala.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian milik korban yang terdapat bercak darah.

Namun, kata Ipda Eko senjata tajam yang digunakan untuk melakukan pembunuhan masih dalam pencarian pihakkepolisian.

“Untuk senjata tajam yang digunakan sekarang masih dalam pencarian,”imbuhnya.

Diketahui pencarian Asin, telah dilakukan tim gabungan dari TNI/Polri sejak Jumat (11/10) lalu.
Pencarian melibatkan perangkat Dusun Penganak berserta puluhan warga.

Kepala Dusun Penganak, Mustar menjelaskan, keterlibatan warganya mencari pelaku bukan tanpa alasan.

Pasalnya ada keresahan masyarakat, terutama para kaum wanita jika pelaku belum juga tertangkap.

“Jadi warga terutama kaum wanita, merasa takut dan resah jika pelaku ini belum tertangkap,” kata Mustar kepada wartawan, Minggu (13/10).

Dari alasan itu, Mustar mengatakan sejumlah warga berinisiatif untuk membantu kepolisian menemukan pelaku pembunuhan.

“Maka itu kami atas inisiatif sendiri pada hari ini, ikut membantu menyisir kawasan hutan mulai dari Dusun Penganak sampai ke Dusun Jebu, Tambang 25 dan TK 8,” tukasnya.

Diberitakan Lenny, wanita muda berusia 21 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka tusukan pada bagian tubuhnya, Jumat (11/10) dini hari. 

Warga Dusun Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat ini diduga dibunuh suaminya sendiri, Riki Arianto alias Asin (26).

Usai melakukan aksi sadisnya, Asin kabur ke hutan. Hingga, Jumat (11/10) malam, tersangka masih buron. Jajaran Polsek Jebus, terus melakukan pengejaran.

Informasi yang diperoleh Bangkapos.com menyebutkan, pembunuhan terjadi di sebuah rumah yang berada di Jalan Basket, RT 14, Dusun Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Jumat (11/10) pukul 03.30 WIB.

Dari beberapa foto yang diterima Bangkapos.com, terlihat korban saat ditemukan masih mengenakan daster dan kain sarung tergeletak di atas kasur di dalam kamar.

Tampak posisi ibu satu anak itu telentang sudah tak berdaya. Pada tubuhnya terlihat bercak darah akibat sejumlah luka tusukan.

Kapolsek Jebus Kompol Albert H. D. Tampubolon menyatakan pihaknya saat ini telah mengumpulkan sejumlah saksi, untuk mengetahui motif di balik pembunuhan tersebut.

“Ya, untuk motif kami belum tahu. Tapi kemungkinan besar ada masalah di dalam rumah tangga,” ujarnya kepada Bangkapos.com, Jumat (11/10).

Kepala Dusun Penganak, Marsidi, mengatakan sebelum terjadi pembunuhan korban dan pelaku terlibat cekcok atau pertengkaran.

Pertengkaran itu diketahui oleh ibu korban yang rumahnya tak jauh dari TKP.

Ia terbangun mendengar keributan itu lalu mendatangi rumah korban dan mendapati anaknya sudah tewas bersimbah darah.

“Keributan sudah sering terjadi sejak lama dan berulang-ulang antara suami dan istri ini, hingga akhirnya terjadinya pembunuhan,” kata Marsidi kepada Bangkapos.com, Jumat (11/10). (riu)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved