Senin, 1 Juni 2026

Kabinet Prabowo Gibran

Budi Gunawan Bukan Kader PDIP, Pernah Dekat Megawati tapi Sebagai Mata dan Telinga Jokowi

Hasto mengatakan, Budi saat menjabat sebagai Kepala BIN tak merepresentasikan PDIP. Budi bertugas sebagai mata dan telinta presiden.

Tayang:
Editor: fitriadi
Kolase Bangkapos.com / Kompaspedia / Tribun
Sekjen PDIP Hasto menyebut Budi Gunawan selama menjabat Kepala BIN di masa pemerintahan Jokowi, berperan sebagai sosok mata dan telinga Presiden. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan termasuk sosok yang dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kedekatan itu lah yang membuat Budi Gunawan yang baru-baru ini digantikan Letjen TNI Muhammad Herindra sebagai kepala BIN, diisukan sebagai kader PDIP.

Namun Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Budi Gunawan bukan kader PDIP

Hasto mengatakan, Budi saat menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) selama ini pun tak merepresentasikan PDIP.

Menurutnya, Budi Gunawan bertugas sebagai mata dan telinga presiden.

Hal itu disampaikan Hasto saat ditanya soal makna dibalik hadirnya Budi Gunawan dalam acara pembekalan calon anggota kabinet Prabowo Subianto di Hambalang Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2024).

Hasto mengakui lulusan Akademi Kepolisian tahun 1983 itu memiliki kedekatan dengan Megawati.

Sebab, Budi Gunawan pernah menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri semasa menjadi wakil presiden hingga presiden.

"Kalau kita lihat antara Budi Gunawan dengan Prabowo hubungan yang baik karena kerja sama antara BIN dan Pertahanan menjadi satu kesatuan konsepsi. Dan tidak dipungkiri bahwa Pak BG pernah menjadi ajudan Ibu Mega."

"Beliau bukan anggota PDIP, sehingga sikap selama ini tugas kepala BIN dijalankan dengan baik sebagai mata telinga presiden," kata Hasto, saat ditemui di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Jumat (18/10/2024).

Hasto lebih lanjut memastikan, Budi Gunawan tidak punya kartu tanda anggota PDIP

Semetara itu, terkait sikap PDIP di pemerintahan, Hasto menuturkan keputusan itu ada di tangan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri

"Pak Budi Gunawan bukan KTA PDIP. Sehingga beliau bukan anggota PDIP. Kemudian hal-hal yang sifatnya strategis akan diputuskan oleh Ibu Megawati," kata Hasto.

Terlepas dari apapun keputusannya, Hasto memastikan Megawati dan Prabowo memiliki sejarah panjang di dalam demokrasi baik suka ataupun duka.

"Hubungan Ibu Mega dan Prabowo yang baik secara historis juga sangat kuat, tentu akan menjadi fundamen dalam membangun kerja sama. Tetapi keputusan politiknya nanti ibu Mega yang akan (memutuskan),” ujarnya.

Sebelumnya, juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan, kehadiran Budi Gunadi saat pembekalan kemarin merupakan kewenangan presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Namun ia tak bisa memastian apakah kehadiran Budi Gunawan menjadi perwakilan PDIP di kabinet Prabowo atau tidak.

"Tidak tahu apakah Pak Budi Gunawan itu kader PDI-P apa bukan. Saya tidak tahu merepresentasikan PDI-P apa bukan. Yang bisa menjawab Pak Budi Gunawan," ujar Dahnil dalam siaran Kompas TV, Kamis (17/10/2024).

Seperti diketahui, Budi Gunawan telah diberhentikan sebagai Kepala BIN. 

Setelah diberhentikan dari jabatannya, Budi Gunawan tampak hadir dalam pembekalan calon menteri di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu pagi.

Kehadiran Budi Gunawan di acara pembekalan calon menteri juga telah dikonfirmasi oleh Komandan Detasemen Pengawalan Khusus Menhan, Letkol Inf. G.Borlak.

Ia menyatakan Budi Gunawan datang paling terakhir dibandingkan calon menteri lainnya. 

"Pak Budi Gunawan terakhir," kata Borlak saat diwawancarai awak media, Rabu.

Kendati demikian, belum diketahui pasti jabatan yang akan diduduki Budi Gunawan di kabinet Prabowo-Gibran nanti.

Jokowi Sebut Pemberhentian Budi Gunawan Atas Permintaan Prabowo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemberhentian Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan permintaan presiden terpilih Prabowo Subianto. 

Sebagai gantinya, Jokowi menyodorkan nama Wakil Menteri Pertahanan (Menhan) Muhammad Herindra untuk diuji kepatutan dan kelayakan di DPR RI sebagai Kepala BIN yang baru.

Hasilnya, DPR menyetujui Herindra untuk menjadi Kepala BIN yang baru menggantikan Budi Gunawan.

Jokowi menjelaskan, pemberhentian Budi Gunawan hanyalah bagian dari administrasi.

Pasalnya, Herindra yang menggantikan Budi Gunawan akan dilantik bersamaan dengan pelantikan menteri kabinet Prabowo pada 21 Oktober 2024 mendatang.

"Itu administrasi aja, artinya karena kepala BIN yang baru akan dilantik bersama menteri pada tanggal 21 Oktober," jelas Jokowi, ditemui seusai resmikan Ruas Tol Indrapura dan Tol Bayung di Asahan, Sumatera Utara, Rabu (16/10/2024).

Jokowi memastikan pemberhentian Budi Gunawan sebagai Kepala BIN merupakan permintaan langsung dari Prabowo.

"Itu atas permintaan Pak Prabowo," tandasnya.

Setelah diberhentikan dari jabatan Kepala BIN, Budi Gunawan tampak hadir dalam pembekalan calon menteri di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu pagi.

Budi Gunawan datang menggunakan kendaraan dinas pribadinya, tetapi awak media tak bisa melihatnya langsung. 

Pasalnya, kendaraan yang ditumpangi Budi Gunawan menggunakan kaca yang gelap.

Kehadiran Budi Gunawan di acara pembekalan calon menteri juga telah dikonfirmasi oleh Komandan Detasemen Pengawalan Khusus Menhan, Letkol Inf,G.Borlak.

Ia menyatakan Budi Gunawan datang paling terakhir dibandingkan calon menteri lainnya. 

"Pak Budi Gunawan terakhir," kata Borlak saat diwawancarai awak media, Rabu.

Kendati demikian, belum diketahui pasti jabatan yang akan diduduki Budi Gunawan di kabinet Prabowo-Gibran nanti,

Pernyataan senada juga diungkap Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi. 

Budi Arie turut mengonfirmasi kehadiran Budi Gunawan dalam pembekalan calon menteri di kediaman Prabowo.

Menurutnya, hanya kader PDIP yang tidak hadir dalam pembekalan tersebut.

"Ada (Budi Gunawan), ada," ucap Budi Arie, Rabu. 

(Tribunnews.com/Milani Resti, Fersianus Waku, Jayanti Tri Utami/Taufik Ismail/Chaerul Umam/Nitis Nawaroh) (Kompas TV)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved