Tega Aniaya Teman dan Gurunya Remaja Asal Malaysia Divonis Hukuman Seumur Hidup
Seorang remaja asal Malaysia menjadi sorotan setelah aksinya menganiaya teman sekamarnya yang sedang tidur menggunakan palu, viral di media sosial
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM--Seorang remaja asal Malaysia menjadi sorotan setelah aksinya menganiaya teman sekamarnya yang sedang tidur menggunakan palu, viral di media sosial.
Tak hanya menyerang temannya, remaja ini juga melukai seorang guru yang mencoba melerai.
Dilansir dari Sky News, Senin (4/11/2024), remaja tersebut, Thomas Wei Huang (17), menyerang dua temannya dan seorang guru di sebuah rumah kos Sekolah Campuran Blundell, Tiverton, Devon, Inggris, pada Juni tahun lalu.
Huang, yang saat itu berusia 16 tahun, mengaku melakukan tindakan tersebut saat “berjalan sambil tidur.”
Pada pekan lalu, Huang divonis penjara seumur hidup dengan masa minimal 12 tahun setelah dinyatakan bersalah atas tiga tuduhan percobaan pembunuhan.
Dalam persidangan, Huang mengaku dirinya mengalami gangguan saat tidur, namun jaksa menyatakan ia terobsesi dengan kekerasan dan membawa palu untuk “perlindungan dari kiamat zombi.”
Insiden terjadi pada 9 Juni sekitar pukul 1 pagi waktu setempat.
Huang, yang hanya mengenakan pakaian dalam, menyerang teman sekamarnya saat mereka sedang tidur.
Kedua korban mengalami patah tulang tengkorak, cedera pada tulang rusuk, limpa, paru-paru, serta pendarahan dalam.
Guru matematika Henry Roffe-Silvester mengatakan kepada Exeter Crown Court bahwa dia sedang tertidur di kamarnya sendiri ketika dia terbangun oleh suara-suara yang datang dari rumah kos dan pergi untuk menyelidiki.
Ia mengatakan, ia melihat sosok siluet berdiri di depannya di dalam ruangan yang kemudian berbalik dan berulang kali memukul kepalanya dengan palu.
"Secara fisik saya terhuyung mundur ke koridor.
Ada pukulan kedua, saya tidak ingat apakah itu sebelum saya terhuyung mundur itu sedikit membingungkan bagi saya," kata Roffe-Silvester, yang menderita enam pukulan di kepala.
Siswa lain mendengar Roffe-Silvester berteriak dan mengumpat saat ia meninggalkan kamar tidur dan menghubungi 999 karena ia yakin ada penyusup.
Kedua anak laki-laki itu ditemukan di tempat tidur mereka beberapa menit kemudian.
| Kronologi Dugaan Penganiayaan Little Aresha Daycare di Jogja Terbongkar, 53 Anak Jadi Korban |
|
|---|
| Bela Ayah, Seorang Remaja Putri di Langkat Ditetapkan Jadi Tersangka oleh Polisi, Berakhir Damai |
|
|---|
| Azzam Anak Buruh Harian Terpilih Jadi Duta GenRe Bangka Barat |
|
|---|
| Kasus Penganiayaan Santri Bangka: 13 Pelaku Diduga Terlibat, Korban Dirawat dan Trauma |
|
|---|
| Polda Babel Periksa 13 Pelaku dan Pengurus Pesantren dalam Kasus Penganiayaan Santri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240620-ilustrasi-penganiayaan.jpg)