Rabu, 6 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

TPK Hotel Berbintang di Babel Duduki Posisi Terendah, BPS Nilai Perlunya Kolaborasi dan Inovasi

Sebanyak 37,24 persen tamu hotel bintang memilih kota Pangkalpinang sebagai destinasi menginap, dengan rata-rata lama menginap tamu mencapai 1,62 ...

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi kamar hotel di Santika 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Pusat Statistis (BPS) Bangka Belitung mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada bulan September 2024 mengalami penurunan angka 30,56 persen, dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 31,80 persen.

TPK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih menempati posisi terendah dari 10 provinsi di Pulau Sumatera.

Diketahui sejak awal tahun 2024 kondisi bisnis perhotelan di Babel melesu. Bahkan secara berturut-turut tercatat posisi TPK hotel berbintang sejak Mei 2024 berada di posisi terendah Se Sumatera.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung, Toto Haryanto, mencatat bahwa jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan September 2024 sebanyak 42.786 orang, dengan 98,51 persen di antaranya merupakan tamu domestik.

“Sebanyak 37,24 persen tamu hotel bintang memilih kota Pangkalpinang sebagai destinasi menginap, dengan rata-rata lama menginap tamu mencapai 1,62 malam, turun 0,17 poin dibandingkan Agustus,” ujar Toto, Senin (4/10/2024).

Merosotnya tingkat hunian hotel di Babel dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang belum stabil serta kurangnya daya tarik di sektor pariwisata.

Toto menyoroti, rendahnya TPK perlu disikapi dengan kolaborasi antara pemerintah, pihak hotel, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperbaiki situasi ini. 

Ilustrasi kamar hotel di Swiss-belHotel Pangkalpinang
Ilustrasi kamar hotel di Swiss-belHotel Pangkalpinang (Dok/Andika)

Ia mencontohkan, Aceh, yang mencatat TPK hingga 60 persen, berhasil menarik wisatawan melalui berbagai event Pekan Olahraga Nasional (PON)  yang digelar di sana.

"Untuk menaikkan TPK tidak bisa hanya mengandalkan kunjungan masyarakat saja, harus ada sifat proaktif, seperti mengundang kementerian mengadakan rapat koordinasi di Babel atau mengadakan event kolaboratif antara hotel dan instansi pemerintah," tutur Toto.

Ia menegaskan, hotel-hotel di Babel perlu berinovasi, mulai dari menyediakan fasilitas dan menciptakan suasana yang menarik agar lebih diminati oleh tamu. Dukungan dari pemerintah dalam bentuk kerja sama dengan UMKM lokal untuk menghadirkan produk-produk khas juga dinilai dapat memperkaya pengalaman wisatawan di Babel.

“Fasilitas hotel perlu diperkuat dan ditunjang dengan promosi yang menarik serta penyelenggaraan acara-acara. UMKM juga dapat terlibat dalam mempromosikan produk lokal, sehingga pariwisata kita lebih hidup,” jelasnya. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved