Senin, 27 April 2026

Berita Pangkalpinang

Penyebab Cuaca Ekstrem & Angin Puting Beliung di Pangkalpinang, Puluhan Rumah Rusak dan Warga Trauma

Penyebab Cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan angin kencang melanda Kota Pangkalpinang dalam beberapa hari terakhir,

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
(Bangkapos.com/Adi Saputra)
Rumah warga yang terkena angin puting beliung, di Kelurahan Gajah Mada dan Kelurahan Pintu Air, Kota Pangkalpinang, Minggu (03/11/2024). 

BANGKAPOS.COM--Cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan angin kencang melanda Kota Pangkalpinang dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan puluhan rumah rusak dan membuat warga waspada.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Kurniaji, menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh adanya belokan angin serta kelembapan udara yang tinggi di lapisan atas.

 Kondisi tersebut memicu terbentuknya awan konvektif yang menyebabkan hujan deras dan angin kencang, bahkan puting beliung.

“Analisis lengkap terkait penyebab puting beliung kemarin masih dalam proses. Beberapa faktor cuaca memengaruhi terjadinya cuaca ekstrem ini,” jelas Kurniaji kepada Bangka Pos, Senin (4/11/2024).

Kejadian puting beliung pada Minggu (3/11/2024) siang ini telah mengakibatkan kerusakan pada sekitar 20 rumah warga di beberapa kelurahan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 16 rumah di Kelurahan Pintu Air, 23 rumah di Kelurahan Gajah Mada, 1 rumah di Kelurahan Kacang Pedang, dan 4 rumah di Kelurahan Keramat mengalami kerusakan.

Selain itu, angin puting beliung juga merusak Masjid Baiturrahman di Kelurahan Pintu Air dan menumbangkan pohon di kawasan Bukit Merapin, sempat menghambat arus lalu lintas.

Seorang warga, Suherman, menyampaikan bahwa saat kejadian, kondisi cuaca sangat mendung dan tiba-tiba muncul angin kencang.

 "Angin puting beliung muncul dari Jembatan 12 dan bergerak menuju permukiman warga," ujarnya.

Suherman mengaku kondisi saat itu sangat mencekam, dengan angin menerbangkan atap rumahnya.

Tim BPBD melakukan evakuasi dan perbaikan sementara rumah warga yang terkena angin puting beliung, di Kelurahan Gajah Mada dan Kelurahan Pintu Air, Kota Pangkalpinang, Minggu (03/11/2024).
Tim BPBD melakukan evakuasi dan perbaikan sementara rumah warga yang terkena angin puting beliung, di Kelurahan Gajah Mada dan Kelurahan Pintu Air, Kota Pangkalpinang, Minggu (03/11/2024). ((Bangkapos.com/Adi Saputra).)

Trauma

Korban lainnya, Erika, mengaku masih trauma. Ia hanya bisa meratapi rumahnya yang bagian atapnya hancur akibat diterjang angin puting beliung.

Ibu rumah tangga yang sudah puluhan tahun tinggal di Kelurahan Gajah Mada ini mengaku saat kejadian sedang berada dalam rumah menunaikan salat Zuhur.

"Ketika kejadian saya sedang di dalam rumah, tepatnya di ruang tengah, lagi salat Zuhur dan di rakaat ketiga, tiba-tiba angin puting beliung menerjang rumah saya," kata Erika kepada Bangka Pos, Minggu (3/11/2024).

Erika menambahkan, setelah mengetahui ada angin puting beliung, dia langsung keluar rumah dan melihat atap rumahnya sudah  ambruk.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved