Berita Bangka Selatan
Peserta Didik di Bangka Selatan Didata untuk Program Makan Bergizi Gratis, Total Ada 47.939 Anak
Pendataan dilakukan dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), SMP, dan SMA atau SMK
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Puluhan ribu peserta didik di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam pendataan rencana program makan bergizi gratis (MBG) pada awal tahun 2025 mendatang.
Pendataan dilakukan dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK) baik negeri maupun swasta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Elfan Rulyadi mengatakan setidaknya terdapat sekitar 47.939 orang anak usia sekolah yang akan menjadi program sasaran makan bergizi gratis.
Jumlah tersebut berdasarkan data jumlah peserta didik yang telah dihimpun dari jenjang PAUD hingga sekolah menengah atas.
Seperti diketahui program MBG sebagaimana rencana pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
“Untuk total siswa yang kita data yang kemungkinan mendapatkan program makan siang gratis ada sebanyak 47.939 orang peserta didik. Mulai dari PAUD sampai SMP baik negeri maupun swasta,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (5/11/2024).
Elfan Rulyadi membeberkan sebanyak 47.939 orang anak yang menjadi sasaran program MBG sesuai dengan data pokok pendidikan (Dapodik).
Jumlah itu terdiri dari 4.335 anak jenjang PAUD. Lalu, sebanyak 34.073 anak jenjang pendidikan dasar mulai dari 23.146 anak jenjang SD dan 702 anak jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Dilanjutkan, 9.370 anak jenjang SMP dan 855 anak jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sementara untuk jenjang pendidikan menengah sebanyak 8.049 anak.
Rinciannya 5.228 anak tingkat SMA, 2.469 anak tingkat SMK, 246 anak tingkat Madrasah Aliyah (MA) dan 106 anak tingkat Sekolah Luar Biasa (SLB).
Sedangkan kategori pendidikan masyarakat alias Dikmas sebanyak 1.482 orang. Tergabung dalam sembilan orang pada kegiatan kursus, 1.142 orang pada Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), 219 orang pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 112 anak di dalam pondok pesantren.
Sebab itu data tersebut akan terus diperbarui jika memang nantinya terdapat perpindahan atau mutasi peserta didik.
“Kita juga belum tahu yang rencana mendapatkan program MBG, apakah secara keseluruhan atau tidak. Pada intinya pemerintah daerah siap mendukung program pemerintah pusat,” jelas Elfan Rulyadi.
Adapun program makan bergizi gratis menjadi program unggulan Prabowo-Gibran. Sasarannya adalah anak sekolah dan ibu hamil dengan memprioritaskan daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T pada tahun pertama pemerintahan.
Program makan bergizi gratis memiliki tujuan yang baik dan harus didukung oleh seluruh masyarakat karena meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pemenuhan kebutuhan gizi. Utamanya dalam mengatasi permasalah stunting alias tengkes atau gangguan pertumbuhan pada anak.
| Harga TBS Masih Dibahas, Perusahaan di Bangka Selatan Tunggu Hasil Kesepakatan |
|
|---|
| Apkasindo Bangka Selatan Pasang Batas, Harga Sawit Tidak Boleh di Bawah Rp2.800 |
|
|---|
| Harga TBS Petani Anjlok, Pemkab Bangka Selatan Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| Harga TBS Minimal Rp2.800, Ini Strategi Pemkab Bangka Selatan Lindungi Petani |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Undang Petani dan Pengusaha Sawit Bahas Harga TBS Tak Sesuai Pasaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Program-Makan-Gratis-di-Bangka-Selatan.jpg)