Tribunners

Catatan  HUT Ke-24 Bangka Belitung

Banyak nelayan kita yang masih belum sejahtera karena mereka masih melaut dengan kapal dan alat sederhana.

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Eddy Salahuddin - Guru SMAN 3 Pangkalpinang 

Oleh: Eddy Salahuddin - Guru  SMAN 3 Pangkalpinang    

TANGGAL 21 November 2024, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung genap berusia 24 tahun. Usia yang cukup dewasa bagi sebuah provinsi yang baru berkembang menjadi daerah yang mandiri dan maju. Mengutip dari laman https://kabarbangka.com/persiapan-hut-ke-24-provinsi-babel-mulai-dibahas/, sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan sudah dimulai sejak awal November ini. 

Ada banyak kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka memperingati dan merayakan ulang tahun tersebut. Dua wilayah yang dijadikan tempat adalah Kabupaten Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang. Agenda acaranya sudah berlangsung sejak 1 November hingga puncaknya tanggal 21 November 2024. Sebagian besar kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Belitung, seperti  Festival Literasi serta pada 22 November 2024 dilaksanakan penanaman pohon di Belitung Timur dan Upacara Peringatan Hari Jadi Kepulauan Babel, kemudian dilanjutkan dengan Launching Drive Thru di Belitung dan Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Babel.

Selain itu, pada 2-3 November 2024 dengan acara Festival Layang-layang di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, dilanjutkan dengan color run. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program pariwisata Kota Pangkalpinang dengan memperluas pengetahuan masyarakat terhadap keberadaan tempat wisata pantai. Diharapkan partisipasi siswa dalam mengikuti kegiatan ini agar berlangsung meriah.

Kehadiran provinsi ini, 24 tahun yang lalu merupakan perjuangan panjang para pendiri negeri Serumpun Sebalai ini untuk menjadi provinsi baru yang memisahkan diri dari Sumatera Selatan. Dengan sumber daya alam yang potensial, seperti timah, tanaman lada, kelapa sawit, dan potensi alam berupa pantai-pantainya, Bangka Belitung akan mampu sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia. Meskipun di tengah fluktuatifnya harga komoditas lada dan karet serta kelapa sawit, Bangka Belitung masih mempunyai harapan besar bisa maju selangkah demi selangkah pada masa yang akan datang.

Beberapa catatan penulis untuk Bangka Belitung yang masih perlu diperhatikan adalah sebagai berikut. Pertama, memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk memakmurkan rakyat seluruhnya. Sumber daya manusia Bangka Belitung haruslah diberdayakan dengan maksimal sehingga mampu mengisi seluruh bidang kehidupan yang ada di daerah ini. Petani, nelayan, pegawai, pedagang, pekerja harian lepas, guru, dokter, perawat, dan profesi lainnya harus menjadi sumber daya yang mampu bersaing dengan daerah lainnya.

Banyak nelayan kita yang masih belum sejahtera karena mereka masih melaut dengan kapal dan alat sederhana. Laut belum menjadi bagian dari sekelumit penderitaan mereka di tengah harga BBM yang naik dan daya beli masyarakat yang melemah. Petani kita juga masih bertani dengan sistem tradisional sekali. Petani masih perlu diberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih luas dan modern untuk bertani, misalnya dengan teknologi permesinan maju.

Pegawai pemerintah atau aparatur sipil negara (ASN) kita masih belum menunjukkan kinerja yang baik dan berkualitas. Penilaian kinerja terhadap para ASN belum sepenuhnya diterapkan secara menyeluruh. Masih ditemui sejumlah oknum ASN yang melanggar disiplin dan bolos kerja dengan alasan yang tidak jelas tetapi menerima gaji dan tunjangan. Penghasilan dan pendapatan mereka juga harus diperhatikan agar mereka tidak melakukan korupsi.

Pedagang di Bangka Belitung harus juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena mereka juga menjadi pemain yang menjaga stabilitas pasokan bahan kebutuhan pokok di Bangka Belitung. Pembinaan terhadap para pedagang, terutama di pasar-pasar tradisional dan pasar modern, juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Para pedagang tidak bisa seenak-enaknya menaikkan harga kebutuhan pokok masyarakat tanpa ada pengawasan pemerintah.

Demikian juga pekerja harian lepas yang berstatus honorer atau tenaga kontrak harus dibina dan diarahkan terkait status kepegawaian mereka. Pemerintah pusat juga sudah memberikan sinyal agar urusan tenaga honorer harus segera diselesaikan tahun depan. Mereka terdiri dari guru honorer, tenaga kependidikan honorer, termasuk tenaga kesehatan yang masih menaruh harapan besar terhadap masa depan mereka agar lebih baik lagi.

Sumber daya alam yang berlimpah dari air, pohon, ikan, dan bahan tambang yang ada di bumi Bangka Belitung memberikan banyak manfaat yang bisa dieksploitasi demi sepenuh-penuhnya kemakmuran rakyat. Kekayaan laut Bangka Belitung harus dikelola dengan baik dan benar sehingga memajukan kesejahteraan masyarakatnya.
Aktivitas penebangan pohon secara liar di beberapa wilayah Bangka harus dihentikan demi kelestarian alam lingkungan. Aktivitas tambang inkonvensional juga harus menjadi perhatian banyak pihak, terutama pemerintah daerah. Membuka peluang dan jenis usaha baru bagi masyarakat akan mengalihkan aktivitas tambang berkurang secara bertahap. 

Kedua, mengangkat potensi andalan Bangka Belitung menjadi kekuatan ekonomi masyarakatnya. Salah satunya adalah potensi seni dan budaya yang masih belum berkembang secara signifikan. Budaya Bangka Belitung yang ada, seperti semboyan Sepintu Sedulang, Junjung Besaoh, Sejiran Setason belum menjadi kekuatan budaya yang melegenda dan mengglobal. Berbagai festival atau peristiwa budaya harus makin digelorakan dan digalakkan oleh seluruh kekuatan masyarakat Bangka Belitung. Agenda rutin harus ditingkatkan dan dikembangkan dengan menggandeng pihak lain yang potensial.

Ketiga, meningkatkan jumlah investasi dalam dan luar negeri yang akan membangun Bangka Belitung menuju wilayah yang modern dan inovatif. Ketersediaan jaringan dan fasilitas  infrastruktur yang baik dan memadai sangat diperlukan untuk kehadiran investor. Makin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Bangka Belitung akan memberikan kontribusi terhadap kemajuan masyarakatnya. Iklim investasi ini harus selalu dijaga dan dikembangkan dengan baik dan kondusif.

Keempat, selalu menjaga lingkungan dan alam Bangka Belitung agar tetap lestari dan bebas dari ancaman polusi air, laut, dan udara. Berbagai aktivitas masyarakat yang berpotensi menyebabkan terjadinya polusi harus segera dihentikan dan dibina agar tidak makin parah.

Membangun Bangka Belitung dalam arti membangun yang berkelanjutan demi generasi Bangka Belitung yang sehat, cerdas, berkualitas, dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. Mari menjadikan Bangka Belitung sebagai negeri yang aman, sejahtera, dan sentosa dalam momentum peringatan HUT ke-24 tahun ini. Selamat kepada seluruh masyarakat Bangka Belitung dan mari kita majukan provinsi tercita dan makin membanggakan ini. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved