Tribunners
Mengembangkan Pariwisata Indonesia
Hal paling utama yang perlu dilaksanakan pemerintah adalah memperbaiki infrastruktur yang memudahkan wisatawan asing berkunjung ke Indonesia
Oleh: Sihabuddin - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta
SEBAGAI negara yang paling luas di Asia Tenggara dengan kekayaan alam dan budaya yang mengagumkan, tentu Indonesia negara yang kaya akan pariwisata yang bisa dijadikan daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Mulai dari Sabang sampai Merauke berbagai jenis wisata alam seperti pantai, gunung, tebing, danau, air terjun, hutan, sungai, savana, dan sebagainya tidak akan pernah ada habisnya untuk dikembangkan. Lain lagi wisata budaya yang begitu mengagumkan seperti tarian, kesenian tradisional, rumah adat, benda pusaka, peninggalan sejarah, dan sebagainya.
Seharusnya dengan kondisi geografis yang paling luas yang di dalamnya terdapat beraneka ragam budaya, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Namun, kondisi geografis dan kekayaan budaya di dalamnya tidak menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing meskipun pada tahun 2024 ini kunjungan wisata asing ke Indonesia mengalami peningkatan 21 persen.
Menurut laporan Tempo.co, Thailand menerima 17,5 juta wisatawan asing pada paruh pertama 2024. Jumlah ini menjadikannya negara yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara. Malaysia berada di posisi kedua dengan 11,8 juta kedatangan, naik hampir 30 persen dari tahun ke tahun, menurut data dari kementerian pariwisatanya. Vietnam berada di posisi ketiga dengan 8,8 juta pengunjung, naik 58 persen, diikuti oleh Singapura dengan 8,24 juta, naik 31 persen. Indonesia berada di posisi kelima dengan 6,4 juta, mengalami peningkatan 21 persen.
Hal tersebut sungguh menjadi tantangan serius bagi segenap bangsa Indonesia, tidak hanya bagi pemerintah. Pemerintah berperan sebagai aktor utama untuk memajukan pariwisata Indonesia. Adapun masyarakat berperan sebagai aktor pendukung untuk menyukseskan program pemerintah dalam memajukan pariwisata.
Hal paling utama yang perlu dilaksanakan pemerintah adalah memperbaiki infrastruktur yang memudahkan wisatawan asing berkunjung ke Indonesia seperti memperbaiki kualitas transportasi. Misal beberapa wilayah di Indonesia sangat sulit untuk dikunjungi karena keterbatasan transportasi, padahal daerah tersebut memiliki potensi pariwisata untuk dikembangakan, seperti Kepulauan Natuna yang berada di antara Malaysia Barat dan Malaysia Timur dan tidak jauh dari beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Brunei Darussalam. Harusnya wilayah tersebut lebih mudah dikunjungi oleh wisatawan asing karena secara geografis dekat dengan negara-negara tetangga.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti akomodasi, layanan kesehatan, dan infrastruktur komunikasi sering kali belum memadai untuk mendukung lonjakan jumlah wisatawan asing. Tidak ketinggalan promosi besar-besaran harus dilakukan. Promosi pariwisata dengan berbagai cara sangat memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan jumlah wisatawan asing.
Hal tersebut telah dilakukan oleh Malaysia, berkat promosi yang begitu gencar menjadikan Malaysia pada tahun 2023 menjadi destinasi favorit di Asia Tenggara mengalahkan Thailand yang selama ini jadi primadona Asia Tenggara dalam urusan pariwisata. Padahal, dilihat dari sumber daya alam dan budaya, Indonesia jelas jauh lebih unggul daripada Malaysia. Alam Indonesia begitu kaya dan budaya Indonesia sangatlah beragam.
Untuk memajukan pariwisata Indonesia, masyarakat wajib turut serta sebab program pemerintah untuk menyukseskan pariwisata Indonesia tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat. Pentingnya bagi masyarakat untuk menciptakan program kelompok pengelolaan wisata yang bertujuan belajar pengelolaan pariwisata dan kesadaran wisata seperti pelayanan hangat terhadap semua wisatawan. Sebab keramahtamahan masyarakat terhadap wisata asing menjadi nilai tersendiri yang membuat wisatawan asing ingin berkunjung ke Indonesia. Program ini harus mendapatkan dukungan oleh pemerintah.
Mengembangkan Pariwisata Minat Khusus
Secara garis besar ada tiga jenis pariwisata, pertama wisata alam, kedua wisata budaya, ketiga wisata minat khusus. Untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia, salah satu caranya dengan mengembangkan wisata minat khusus, yang mana wisata ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam yang banyak dan tidak memiliki keragaman budaya mengembangkan pariwisata minat khusus. Hal ini sudah dibuktikan oleh Singapura yang kunjungan wisatawan asingnya lebih tinggi daripada Indonesia. Padahal luas Singapura dan kekayaan alamnya serta kekayaan budayanya tidak ada apa-apanya dibandingkan Indonesia.
Pariwisata minat khusus di Singapura seperti wisata olahraga F1 Singapore Grand Prix, wisata kesehatan, wisata kecantikan, dan lainnya. Bahkan Singapura setiap tahunnya mampu mendatangkan artis-artis top dunia untuk konser di negaranya.
Pariwisata minat khusus adalah jenis wisata yang menawarkan kegiatan tidak biasa yang dilakukan wisatawan pada umumnya. Wisata minat khusus biasanya memanfaatkan keragaman alam dan budaya di suatu daerah. Indonesia memiliki banyak sekali sumber daya untuk dijadikan wisata minat khusus, hanya tinggal bagaimana memoles dan memasarkannya ke berbagai penjuru negeri.
Seperti wisata petualangan dengan mendaki gunung dan snorkeling di lautan, ada ribuan gunung dan bukit serta ribuan pantai di Indonesia yang bisa dikembangkan. Wisata kuliner, karena setiap daerah di Indonesia memiliki tempat wisata kuliner yang unik dan menarik. Wisata pedesaan, ada beberapa desa wisata yang menjadi tujuan wisatawan, wisata ini bisa dikembangkan dengan mengajak wisatawan layaknya menjadi penduduk desa, bahkan ikut bergabung dengan kegiatan masyarakat seperti berkebun dan sebagainya. Dan wisata olahraga, seperti surfing, balap sepeda, dan rafting sebenarnya pariwisata ini sudah banyak di Indonesia namun masih banyak yang perlu dibenahi agar menjadi daya tarik bagi wisatawan asing. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240612_Sihabuddin-Dosen-Unisri.jpg)