Bangka Pos Hari Ini
Lada Putih Bangka Sering Gagal Panen, DPKP Babel Ingatkan Pentingnya Asupan Nutrisi Lada dan Tanah
Faktor penanaman lada yang kian berkurang setiap tahun dan seringnya terjadi gagal panen yang dialami para petani jadi masalah produksi Lada Babel.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Subkoordinator Tanaman Semusim dan Rempah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel, Aprilogra menjelaskan tren kenaikan harga Lada tak terlepas dari permintaan tinggi dari buyer akibat cadangan lada dunia yang saat ini sedang berkurang.
"Pada dasarnya kondisi ini tidak terlepas dari politik dagang lada saat ini. Jadi eksportir lada yang ada di Indonesia termasuk Babel ini pada dasarnya sudah punya perjanjian dengan buyer mereka. Otomatis mereka ada kontrak berapa mereka harus setor lada ke buyer. Sayangnya cadangan lada sekarang ini lagi sedikit, makanya saat ini eksportir sedang tinggi-tingginya menaikan harga lada, agar para petani mau jual lada yang masih ada atau tersisa dari panen-panen terdahulu," kata April kepada Bangkapos.com, Kamis (5/11/2024).
Sayangnya, diakui April, momentum ini memang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku lada yang ada di Babel. Hal ini dikarenakan faktor penanaman lada yang kian berkurang setiap tahun dan seringnya terjadi gagal panen yang dialami para petani.
"Seperti yang kita ketahui sama-sama, faktor harga lada yang tidak konsisten, rentan terkena penyakit sehingga kemudian membuatnya gagal panen, memang jadi alasan kenapa produksi lada kita ini semakin menyusut tiap tahun, walaupun harganya sekarang cukup baik," jelas April.
| Produksi Lada Babel | ||
| Tahun 2022-2023 | ||
| Kabupaten/Kota | 2022 (ton) | 2023 (ton) |
| Bangka | 1.372,05 | 1.178,25 |
|
Belitung |
5.721,48 | 3.844,00 |
|
Bangka Barat |
2.138,43 | 1.581,80 |
|
Bangka Tengah |
2.432,85 | 2.552,42 |
|
Bangka Selatan |
13.468,93 | 8.226,49 |
|
Belitung Timur |
1.275,10 | 1.060,46 |
|
TOTAL |
26.408,83 | 18.454,43 |
|
Sumber: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (x1) |
Mencoba menjawab persoalan tersebut, Ia menjelaskan, ada dua aspek utama yang sebenarnya perlu difokuskan pemerintah apabila ingin meningkatkan kembali minat para petani untuk berlada. Satu di antaranya adalah pemberian asupan nutrisi yang cukup dan rutin bagi lada dan tanah.
"Karena nutrisi berupa pupuk organik dan kimia itu punya peran penting dalam menyuburkan tanah sekaligus meningkatkan kualitas dari si lada ini," terangnya.
Untuk itu katanya, hal ini menjadi catatan bagi pihak terkait agar pemberian unsur hara ini dapat berjalan maksimal, namun di sisi lain tidak memberatkan para petani selaku produsen.
| Cerita Mahasiswi Unmuh Babel Borong 4 Medali Sekaligus dalam Sehari, Dua Emas Diraih |
|
|---|
| Negara Rugi Rp25 Juta per Hari, Polda Banten Bongkar Sindikat BBM Subsidi Pakai 249 Barcode |
|
|---|
| Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Dapur Air Saga di Belitung Disetop Sementara |
|
|---|
| Kasus Dugaan Malapraktik di Pangkalpinang Naik ke Penyidikan, Polisi Lakukan Ekshumasi dan Autopsi |
|
|---|
| 10 Jam Terjebak di Gerbong Hancur, Kisah Endang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo-KRL |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241208_Lada-di-Pohon.jpg)