Minggu, 3 Mei 2026

Berita Viral

Konflik Rempang Memanas, Saling Lapor Pasca Insiden Penyerangan Warga

Warga Rempang diserang secara mendadak pada Rabu (18/12/2024) dini hari. Akibatnya, 8 orang warga setempat mengalami luka-luka.

Tayang:
Editor: fitriadi
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
Sejumlah warga Sembulang Hulu, Kota Batam, Provinsi Kepri berkumpul di pos pengamanan Sembulang Hulu setelah insiden penyerangan warga Rempang, Rabu (18/12/2024). Warga menolak direlokasi dari permukiman yang mereka tempati. 

BANGKAPOS.COM, BATAM - Konflik proyek Rempang, Batam, Kepulauan Riau masih memanas.

Warga Rempang diserang secara mendadak pada Rabu (18/12/2024) dini hari.

Akibatnya, 8 orang warga setempat mengalami luka-luka.

Insiden penyerangan terhadap warga Rempang memicu ketegangan.

Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu mengungkap kronologi penyerangan warga Rempang hingga sedikitnya 8 orang alami luka-luka pada Rabu (18/12/2024) dini hari.

Ia mengungkap Insiden ini disebut-sebut dipicu oleh pencopotan spanduk penolakan proyek Rempang Eco City yang dilakukan oleh pihak yang diduga karyawan PT. Mega Elok Graha (MEG).

Didampingi Komandan Kodim 0316 Batam, Kapolresta Barelang mengungkap ketegangan hingga insiden penyerangan warga Rempang bermula ketika seorang yang diduga pekerja PT MEG mencabut spanduk warga yang menolak Pembangunan Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City.

Hal ini lantas memicu kemarahan warga yang kemudian menahan pekerja tersebut.

"Warga yang marah mengamankan karyawan tersebut dan menolak untuk membebaskannya. Hal ini membuat rekan-rekan karyawan PT MEG mendatangi lokasi untuk membela temannya, hingga akhirnya terjadi bentrok," ujar Kombes Pol Heribertus Ompusunggu di Mapolresta Barelang.

Bentrok tersebut memaksa Polsek Galang meminta bantuan pengamanan dari Polresta Barelang untuk meredakan situasi.

Saat ini, kedua belah pihak, baik warga maupun PT. MEG, telah membuat laporan resmi di Polresta Barelang. 

Kini mereka saling lapor, polisi akan menerima dan mempelajari laporan tersebut sehingga dilakukan gelar nantinya untuk menemukan titik terang. 

"Kami sedang memproses laporan dari kedua belah pihak. Setelah laporan rampung, kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan siapa yang menjadi pemicu utama konflik ini," sebutnya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, personel gabungan dari Satuan Sabhara Polresta Barelang dan TNI telah dikerahkan untuk berpatroli di lokasi kejadian.

"Sudah kami kerahkan pasukan pengamanan Sabhara dibantu personil Kodim Batam untuk memberikan rasa aman dan kondusif disana," katanya. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved