Berita Pangkalpinang

Alobi Sudah Melepasliarkan 8000 Satwa Dilindungi, Paling Banyak Hewan Endemik Bangka Belitung

Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation mengajak masyarakat ikut menjaga populasi satwa yang dilindungi yang ada di Provinsi Bangka Belitung

Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: Hendra
IST
Proses pelepasliaran Trenggiling oleh Alobi Foundation pada salah satu area hutan konservasi di Pulau Bangka beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sebagai lembaga konservasi, Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation mengajak masyarakat ikut menjaga populasi satwa yang dilindungi yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

Manajer PPS Alobi Foundation Endi R Yusuf menyampaikan, proses itu harus dilakukan bersama untuk memastikan hewan-hewan liar itu bisa hidup dihabitat aslinya.

Terlebih lagi, sejak tahun 2013 lalu Alobi Foundation tercatat telah melakukan pelepasliaran pada lebih dari 8.000 satwa dilindungi Undang-Undang.

"Alobi Foundation berdiri sejak tahun 2013. Jadi sejak tahun 2013 itu sampai 2024 ini Alobi berhasil melepasliarkan 8.000 lebih satwa, dari berbagai jenis," ujar Endi, Jumat (20/12/2024).

Menurut Endi, dari ribuan satwa yang berhasil dikembalikan ke habitatnya itu didominasi oleh hewan-hewan endemik Pulau Bangka seperti Tarsius, Kukang ataupun Trenggiling.

"Trenggiling termasuk hewan yang paling banyak kita rilis kembali, karena banyak sekali kasus konflik antara Trenggiling dan masyarakat, kemudian setelah itu kami lepas liarkan lagi," tambahnya.

Tak hanya itu, dikatakan Endi beberapa hewan yang paling banyak dikembalikan ke alam yaitu burung-burung asli Pulau Bangka dan juga spesies Penyu.

"Kita menghimbau pada masyarakat agar ketika menemukan satwa dilindungi apalagi yang mengalami kondisi luka agar bisa menghubungi Alobi Foundation ataupin BKSDA setempat. Karena kita tahu, satwa yang dilindungi Undang-Undang ini kan tidak boleh dipelihara ataupun di tangkap dan diperjualbelikan," tuturnya

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved