Jumat, 1 Mei 2026

Kalender Hijriyah 1446 H

Jadwal Puasa Rajab 2025, Lengkap dengan Niat dan Artinya

Tahun ini, bulan Rajab 1446 H diperkirakan akan dimulai pada Rabu, 1 Januari 2025, dan berakhir pada Kamis, 30 Januari 2025

Tayang:
Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
Kolase/Tribunnews.com
Jadwal Puasa Rajab 2025, Lengkap dengan Niat dan Artinya 

BANGKAPOS.COM - Puasa Rajab merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam untuk dilaksanakan pada bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah.

Tahun ini, bulan Rajab 1446 H diperkirakan akan dimulai pada Rabu, 1 Januari 2025, dan berakhir pada Kamis, 30 Januari 2025.

Sebagai salah satu bulan mulia, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Rajab atau puasa Rajab.

Jadwal puasa Rajab 2025 ini berdasarkan kalender Hijriyah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag), beberapa waktu lalu.

Sebelum melaksanakan puasa Rajab, kita dianjurkan untuk membaca niat. Berikut bacaan niat puasa Rajab 2025 dilengkapi lafal latin dan arti:

Niat Puasa Rajab 2025

1. Niat Puasa Rajab

Niat puasa Rajab dilafalkan pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar.

Berikut lafal niat puasa Rajab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Rajaba lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.  

2. Niat Puasa Rajab Siang Hari

Sebagaimana puasa sunah pada umumnya, jika lupa membaca niat puasa Rajab pada malam hari, maka boleh niatnya siang hari, yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu dzuhur). 

Dengan catatan, belum makan atau pun minum dan hal lainnya sejak terbit fajar hingga waktu niat dilakukan.

Berikut niat puasa Rajab siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adâ'i sunnati Rajaba lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Aku niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah taala.

3. Niat Puasa Rajab Digabung Qadha Puasa Ramadhan 

Jika ingin menggabungkan puasa Rajab dengan puasa qadha Ramadhan, hukumnya adalah sah dan diperbolehkan. 

Berikut niat puasa Rajab yang digabung dengan qadha puasa Ramadhan:

 نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi syahri Ramadhana lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Keutamaan puasa di bulan Rajab

Puasa Rajab memiliki keutamaan yang istimewa karena merupakan amalan sunnah yang mendatangkan pahala besar serta menjadi sarana untuk mengumpulkan amal kebaikan sebelum bulan Ramadan. Keutamaan bulan Rajab, yang termasuk dalam bulan-bulan mulia, juga disebutkan dalam Al-Quran, tepatnya pada surat At-Taubah ayat 36.

عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

inna ‘iddatasy-syuhûri ‘indallâhitsnâ ‘asyara syahran fî kitâbillâhi yauma khalaqas-samâwâti wal-ardla min-hâ arba‘atun ḫurum, dzâlikad-dînul-qayyimu fa lâ tadhlimû fîhinna anfusakum wa qâtilul-musyrikîna kâffatang kamâ yuqâtilûnakum kâffah, wa‘lamû annallâha ma‘al-muttaqîn.

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

Puasa Rajab merupakan amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Berdasarkan penjelasan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihyâ 'Ulumiddîn (juz 3, h. 431), yang mengutip sebuah hadis, berikut beberapa keutamaan puasa Rajab:

1. Pahala seperti berpuasa sebulan

Berpuasa satu hari di bulan Rajab setara dengan berpuasa selama sebulan penuh. Ini menjadi peluang besar untuk memperoleh pahala yang melimpah. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan." (HR At-Thabrani).

2. Lebih utama dari puasa di bulan lain

Satu hari puasa di bulan haram (Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram) lebih utama dibandingkan dengan puasa 30 hari di bulan selain itu. Sementara itu, puasa satu hari di bulan Ramadan lebih utama dibandingkan dengan puasa 30 hari di bulan haram.

3. Membuka pintu surga

Berpuasa selama 8 hari di bulan Rajab akan membuka delapan pintu surga bagi pelakunya, sebuah anugerah luar biasa.

4. Pahala setara puasa 60 bulan

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya sebagaimana orang yang puasa selama 60 bulan." (HR Abu Hurairah).

5. Perlindungan dari pintu neraka

Berpuasa tujuh hari di bulan Rajab akan menutup pintu-pintu neraka Jahanam bagi yang melaksanakannya.

Dengan memahami waktu, niat, dan keutamaan puasa Rajab, umat Islam dapat memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini. Hal ini menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

(Bangkapos.com/Tribunnews.com/KompasTV)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved