Rabu, 8 April 2026

Berita Pangkalpinang

Tolak PPN 12 Persen,  Puluhan Mahasiswa Datangi Kantor DPRD Bangka Belitung

Tolak PPN 12 Persen,  Puluhan Mahasiswa Datangi Kantor DPRD Bangka Belitung. Simak selengkapnya

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Pajak 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tolak PPN 12 Persen,  Puluhan Mahasiswa Datangi Kantor DPRD Bangka Belitung

Tak sedikit pihak yang menolak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen yang dilakukan pemerintah.

Di antaranya diutarakan mahasiswa di Bangka Belitung.

Sejumlah massa yang tergabung dari aliansi BEM Bangka Belitung, menggelar aksi damai di Kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung sebagai bentuk aksi penolakan, Kamis (2/1/2025). 

Diketahui puluhan mahasiswa ini berasal dari mahasiswa ICI Babel, Uniper, IAIN Bangka Belitung, Polman Babel dan Unmuh Bangka Belitung.

Sebelumnya para mahasiswa ini diketahui telah berkumpul di titik Nol KM Pangkalpinang, serta tiba di Kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung sekitar pukul 15.30 wib. 

Dalam aksinya kali ini para mahasiswa menyuarakan penolakan, terhadap kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen. 

Kordinator BEM daerah Bangka Belitung Muhammad Fahmi mengatakan, pihaknya menyuarakan aspirasi demi kesejahteraan masyarakat. 

"Kita disini ingin menyuarakan aspirasi, kita turun karena Bangka Belitung dan Indonesia tidak baik-baik saja. Kita berduka dengan sumber daya alam melimpah, dengan timah, sawit, da lada tapi terjadi kita termiskin," ujar Fahmi. 

Selain itu dalam aksi kali ini juga menyinggung vonis terkait pengadilan terhadap Harvey Mois, dalam kasus tindak pidana korupsi yang membuat negara mengalami kerugian keuangan negara dan dampak lingkungan sekitar Rp 300 triliun. 

"Yang paling menciderai terkait vonis 6,5 tahun, dengan koruspinya Rp 300 triliun. Pejabat takut koruptor, tapi menindas rakyat," tuturnya.

Presiden Mahasiswa (Presma) Polman Bangka Belitung, Fatur mengatakan Pemerintah plin-plan dalam mengambik kebijakan terkait kenaikan PPN 12 persen. 

"PPN naik membuat inflasi yang jauh, apalagi dengan kenaikan 12 persen. Barang-barang ini semua sudah naik, karena wacana kenaikan 12 persen sudah bergulir. Lalu pemerintah bilang untuk barang mewah, tapi barang-barang sudah pada naik," ujar Fatur. 

Dengan kondisi tersebut para mahasiswa pun sepakat menolak kenaikan PPN 12 persen, yang diungkapkan Fatur memiliki dampak merugikan bagi kesejahteraan masyarakat. 

"Kami menolak dengan segala hormat, meskipun PPN untuk barang mewah tapi kamu menolak PPN tidak ada kenaikan. Sengasara kami, meskipin itu barang mewah tapi nantinya semuanya akan terjerumus. Apakah ini permaian, bisa-bisa kenaikan lebih dari ini. Kami menolak semuanya, turunkan bukan naikan," ungkapnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Tags
pajak
PPN
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved