Kamis, 7 Mei 2026

Profil Tokoh

Kisah Pernikahan Abah Guru Sekumpul Ulama Besar Kalimantan, Habib Mimpi Rasulullah

nilah sosok Hj Juwairiyah istri pertama KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, ulama besar Kalimantan Selatan yang punya gelar Abah Guru Sekumpul. 

Tayang:
Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
Kolase Bangkapos.com/Tribunnews.com
Abah Guru Sekumpul Ulama Besar Kalimantan Selatan 

BANGKAPOS.COM - Inilah sosok Hj Juwairiyah istri KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, ulama besar Kalimantan Selatan yang punya gelar Abah Guru Sekumpul

Hj Juwairiyah meninggal dunia Senin (2/8/2021) pukul 21.40 Wita.

Sebelum meninggal, istri pertama Guru Sekumpul, Hj Juwairiyah menjalani perawatan di RS Sultan Agung Banjarbaru, Kalsel. 

Dikutip dari Tribunkalteng.com, Hj Juwairiyah merupakan anak dari H Sulaiman yang berasal dari Kampung Pesayangan, Martapura, Kalsel.

Hj Juwairiyah menikah dengan KH Muhammad Zaini Abdul Ghani pada tahun 1975.

Pada tahun 1975, usia Abah Guru Sekumpul sudah mencapai kurang lebih 33 tahun. Di usia tersebut, tumbuh keinginan dari Guru Sekumpul untuk memiliki pasangan, agar bisa mendapatkan zuriat.

Kemudian, Guru Sekumpul memusyawarahkan keinginan itu kepada pamannya, Syekh Muhammad Semman Mulia.

Di tengah kegundahan itu, ada sesorang Habib di Martapura, mimpi bertemu Rasulullah Saw. Dalam mimpinya itu Rasulullah Saw. berkata: “Itu Zaini, dia mau menikah, dia rajin baca shalawatku, dia rajin memujiku, mengajarkan ilmuku, bantu dia, dan kamu harus turun tangan.”

Demikian ucapan Rasulullah dalam mimpi Habib tersebut. Ketika terbangun, Habib itu bergegas menunju ke rumah Guru Sekumpul untuk memusyawarahkan hal ini kepada orang tuanya.

Kedua orangtua mereka mengatakan setuju, hanya saja mereka tidak bisa mengambil keputusan sebelum bermusyawarah kepada Syekh Muahammad Semman Mulia.

Ketika disampaikan pada dasarnya beliau pun juga sangat setuju, namun juga tidak bisa mengambil keputusan sebelum izin dan restu dari Syekh Muhammad Syarwani Abdan atau Guru Bangil.

Bebarapa waktu kemudian Guru Sekumpul berangkat ke Bangil untuk sowan kepda Syekh Muhammad Syarwani Abdan.

Setelah bertemu dan Guru Sekumpul menceritakan semuanya, Guru Bangil sangat gembira dan setuju mendengar keinginan Guru Sekumpul untuk menikah.

Namun Guru Bangil menyarankan agar Guru Sekumpul secepatnya menemui KH Hamid Pasuruan untuk memohon izin dan restu kepada beliau.

Malam itu meski sudah sekitar jam 4 dinihari, Guru Sekumpul pun berangkat ke Pasuruan, tiba di sana saat berkumandang adzan subuh di Masjid Al-Anwar Pasuruan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved