Jumat, 24 April 2026

Ratusan Sapi di Ponorogo Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, 9 Pasar Hewan Ditutup Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Ponorogo resmi menutup sembilan pasar hewan antisipasi merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku yang telah menjangkiti ratusan sapi

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Bangkapos.com/dok
Ternak sapi di Kabupaten Bangka. Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka saat ini baru menerima 100 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM--Pemerintah Kabupaten Ponorogo resmi menutup sembilan pasar hewan di wilayahnya mulai Jumat (10/1/2025).

Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah menjangkiti ratusan sapi di Bumi Reog.

Sembilan pasar hewan yang ditutup terdiri atas tujuh pasar besar, yaitu Badegan, Sumoroto, Ngumpul Balong, Slahung, Bungkal, Tamansari Sambit, Jetis, dan dua pasar kecil, yakni Pasar Balong dan Sawoo.

Di Pasar Hewan Jetis, misalnya, terlihat papan bertuliskan “Penutupan Sementara Operasional Pasar Hewan”.

Penutupan pasar ini didasarkan pada Surat Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo nomor 500.2.3.4/KH/4/405.16/2025.

Surat tersebut menindaklanjuti permohonan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo terkait penutupan sementara pasar hewan untuk mencegah penyebaran PMK.

Langkah Penutupan Pasar

Kepala Disperdagkum Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan, menyatakan bahwa penutupan dilakukan selama 14 hari, mulai Rabu (8/1/2025) hingga Rabu (21/1/2025).

“Ini langkah untuk memutus rantai penyebaran PMK. Karena perdagangan hewan melibatkan pedagang dari luar daerah, jika tidak dilakukan penutupan, dikhawatirkan penyebaran PMK akan semakin meluas,” ujar Ringga.

Selain menutup pasar, Disperdagkum juga menempatkan petugas secara berkala di pasar-pasar hewan untuk memastikan tidak ada aktivitas perdagangan.

Surat pemberitahuan juga telah disampaikan kepada para pedagang agar tidak berjualan selama masa penutupan.

Sikap Tegas Bupati Ponorogo

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menjelaskan bahwa keputusan penutupan pasar hewan telah dipertimbangkan dengan matang.

Meski langkah ini memengaruhi ekonomi masyarakat, penutupan pasar dinilai menjadi solusi terbaik untuk mengendalikan wabah PMK.

“Saya sudah memikirkan ini beberapa hari terakhir. Memang butuh kajian karena menyangkut ekonomi masyarakat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved