Sabtu, 18 April 2026

Imlek 2025

9 Tradisi Warga Tionghoa saat Merayakan Tahun Baru Imlek

Tahun baru Imlek diwarnai dengan berbagai tradisi dan kebiasaan, seperti memberikan amplop merah dengan uang (angpao).

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Aloi (41) warga Kampung Bintang Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung merapikan rumahnya menyambut perayaan Imlek 2023, Jumat (20/1/2023). Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili jatuh pada hari Rabu tanggal 29 Januari 2025. 

BANGKAPOS.COM - Tidak lama lagi warga Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili.

Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili jatuh pada hari Rabu tanggal 29 Januari 2025.

Dengan demikian malam Tahun Baru Imlek akan dirayakan pada Selasa tanggal 28 Januari 2025.

Tahun baru Imlek dirayakan pada awal tahun dalam penanggalan lunar Tionghoa.

Perayaan ini dipengaruhi oleh tradisi dan budaya Tionghoa dan dirayakan oleh komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Tahun baru Imlek jatuh pada tanggal yang bervariasi setiap tahunnya dalam penanggalan Gregorian, biasanya antara akhir Januari dan pertengahan Februari.

Malam Tahun Baru Imlek Disebut Chuxi

Mengutip dari Kemenag RI, Malam Tahun Imlek disebut Chuxi, artinya malam penutupan tahun, atau malam pergantian tahun, atau hari terakhir sebelum tahun baru, atau sembahyang malam tutup tahun. Adapun Tahun Baru Imlek disebut Xinnian.

Malam Tahun Baru Imlek atau Chuxi jatuh pada tanggal 29 atau 30 bulan ke-12 Kongzili, zishi pukul 23.00-01.00.

Pada hari ini, secara tradisional dan keagamaan Konghucu diperingati dengan ibadah syukur sembahyang akhir tahun kepada leluhur.

Menurut kepercayaan Konghucu, Sembahyang Hari Raya Tahun Baru Kongzili atau Chuxi ini bertujuan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki (memperbaharui) diri. Ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian upacara sembahyang besar kepada Tian.

Pada hari Chuxi, tiap-tiap keluarga Tionghoa atau umat Konghucu melakukan persembahyangan kepada leluhur. Sementara, para migran akan pulang kampung/mudik karena ini adalah salah satu momen penting untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan para leluhur.

Mereka biasanya akan membawa hadiah untuk keluarga yang masih ada, memenuhi kewajiban membersihkan meja abu leluhur sekaligus melakukan hormat sujud memohon ampun atas segala kesalahan dan berjanji akan memperbaiki. Sehingga kehormatan keluarga senantiasa terjaga.

Bagi umat Ru/Konghucu, "after life" adalah kesinambungan hubungan antara mereka yang telah berpulang ke haribaan Tian dengan mereka yang masih hidup di alam dunia. Kesinambungan ini bertali-temali tak terputus, terangkai dan terakomodir di sebuah meja abu altar leluhur.

Tradisi Imlek

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved