Jumat, 24 April 2026

Ibadah Haji 2025

Menteri Nasaruddin: Alhamdulillah, Semua Target yang Kami Bawa ke Sana Tercapai

Setiba di Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1446H/2025M, Menteri Nasaruddin memastikan seluruh target tercapai

Kemenag RI
KUNJUNGAN KERJA KE ARAB - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Tawfiq F Al Rabiah saat kunjungan ke Arab Saudi. Pertemuan dua menteri ini berlangsung di Jeddah, Minggu (12/1/2024). Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan, persiapan layanan haji di Arab Saudi hampir selesai. 

BANGKAPOS.COM - Menteri Agama Nasaruddin membawa kabar baik seusai kunjungan kerja ke Arab Saudi

Setiba di Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1446H/2025M, Menteri Nasaruddin memastikan seluruh target yang dibawa ke Arab Saudi tercapai.

"Kami baru saja turun dari pesawat setelah menyelesaikan tugas negara, yaitu melakukan lobi-lobi dan penandatanganan MOU dengan pemerintah Arab Saudi. Alhamdulillah, semua target yang kami bawa ke sana tercapai," kata Nasaruddin, Kamis (16/1/2025) kemarin.

Menurutnya, kunjungan kerja juga dipercepat demi penghematan. Apalagi, sejumlah urusan juga mesti dituntaskan di Tanah Air. 

"Secara umum, semua sudah selesai, tinggal menyelesaikan beberapa detail kecil. Selanjutnya kita akan berfokus pada persiapan di tanah air," ucap Nasaruddin yang juga didampingi Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief. 

Menyangkut kepastian lokasi penempatan Jemaah haji di Mina, Nasaruddin memastikan bahwa Jemaah haji Indonesia tidak lagi ditempatkan di lingkungan Mina Jadid. 

"Kami juga mengajukan permintaan (kepada Pemerintah Arab Saudi) agar jemaah haji Indonesia ditempatkan tidak di lingkungan Mina Jadid, untuk menghindari perdebatan terkait masalah khilafiah. Walaupun secara mazhab modern tidak ada masalah, kami tetap meminta penempatan di Mina sebagai prioritas," ungkapnya seraya berkomitmen menjalani penyelenggaraan ibadah haji secara professional.

"Kami berusaha memenuhi harapan masyarakat dan konstitusi untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa," lanjutnya.

"Terkait harapan Presiden agar biaya haji lebih murah dan pelayanan lebih baik tahun ini, Insya Allah dapat terwujud," tambah dia. 

Sebelumnya diberitakan, Menteri Agama Nasaruddin Umar buka-bukan perihal persamuhan dengan Menteri Haji dan Umrah Tawfiq F Al Rabiah di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/1/2025). 

Melansir laman kemenag.go.id, Menteri Nasaruddin menyebut ada tiga hal yang dibahas Bersama Tawfiq. Ia memastikan pembahasan terkait upaya peningkatan pelayanan ibadah haji Indonesia.

"Pembicaraan kita itu tadi ada tiga komponen, dan itu semua dalam rangka meningkatkan layanan jemaah haji Indonesia," ucap Nasaruddin seusai memimpin rapat di Kantor Urusan Haji (KUH) pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Rabu (15/1/2025) kemarin. 

Menurutnya, poin pertama yang dibahas adalah permintaan tambahan petugas haji asal Indonesia. 

Alasannya, Jemaah haji Indonesia menanti sangat lama untuk beribadah haji. Walhasil, banyak Jemaah haji yang berangkat sudah berusia lanjut alias lansia.

Berbekal data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Ditjen PHU, jemaah lansia dengan usia 65 tahun ke atas yang berhak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 (sesuai urutan no porsi), jumlahnya lebih dari 42ribu.

Selain itu, ada sekitar sepuluh ribu kuota prioritas yang juga dialokasikan bagi jemaah lansia pada musim haji tahun ini.

Sebagian dari jemaah lansia, ada juga yang punya keterbatasan.

Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Tahun ini sebanyak 100.051 jemaah dan 1.901 petugas haji asal Indonesia akan diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Tahun ini sebanyak 100.051 jemaah dan 1.901 petugas haji asal Indonesia akan diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. (AFP)

Untuk keberhasilan mereka dalam berhaji, mereka ini harus ada pendamping.

Sementara kuota petugas haji Indonesia saat ini hanya tersedia 2.210.

"Kalau kita hanya punya jumlah petugas seperti sekarang, satu pesawat rencananya hanya didampingi tiga petugas kloter (kelompok terbang). Bagaimana mungkin 400 orang atau 300 lebih, hanya dibimbing oleh tiga orang," ujar Nasaruddin. 

"Belum lagi tadi pembagian gendernya laki-laki dan perempuan. Enggak mungkin laki-laki melayani perempuan. Jadi harus ada. Ini poinnya yang laki-laki dan perempuan harus kita hitung kembali," urainya.

Baca juga: KJRI Jeddah Imbau Jemaah Haji Berangkat Melalui Jalur Resmi, Ini Sebabnya

Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf dalam keterangan persnya mengemukakan, pemerintah mengusulkan tambahan kuota petugas haji menjadi 2 persen atau 4.200 dari kuota sebelumnya hanya 1 persen atau 2.100 petugas haji.

"Dalam pertemuan kami dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi juga dibahas rencana usulan penambahan petugas haji Indonesia menjadi 2 persen dari total jemaah haji Indonesia. Artinya kuota petugas yang diberikan Arab Saudi untuk haji 2025 sekitar 2.100 orang atau 1 persen," kata Gus Irfan. 

"BP Haji, Kemenag, Konjen RI Jeddah dan DPR akan terus berupaya melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi untuk penambahan kuota petugas mengingat banyaknya jemaah haji lanjut usia dalam musim haji 1446H/2025M serta memberikan pelayanan optimal kepada jemaah haji," tambah Gus Irfan.

Profil Nasaruddin Umar, Tokoh NU Berpendidikan 5 Kampus Luar Negeri, Kini Menteri Agama
Menteri Agama Nasaruddin Umar

Gus Irfan berharap pemerintah Kerajaan Arab Saudi dapat memahami keinginan pemerintah Indonesia dalam penambahan kuota petugas haji menjadi 2 persen atau sekitar 4.000 lebih petugas dalam operasional haji 1446H/2025M. 

"Kami mohon doa kepada masyarakat Indonesia agar penambahan kuota petugas haji 2025 ini dapat terwujud, harap Gus Irfan. 

Selain meminta tambahan petugas haji, Menteri Nasaruddin juga tengah melobi Menteri Haji Arab Saudi agar petugas haji juga dibebaskan dari biaya masuk Masyair (Arafah-Muzdalifah-Mina). Ketentuan ini kabarnya akan diberlakukan Saudi pada musim haji 1446 H.

"Kami sampaikan itu kalau bisa kita free of charge seperti tahun lalu," kata Nasaruddin seraya menjelaskan perihal pembahasan ketiga dengan Menteri Haji Arab Saudi.

Baca juga: 7 Aturan Arab Saudi Soal Keamanan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2025, Wajib Ditaati Jamaah Indonesia

Disebutkan Nasaruddin, skema Tanazul adalah memberi kesempatan kepada jemaah yang tinggal di sekitar Jamarat, untuk kembali ke hotelnya (tidak menempati tenda di Mina), saat fase Mabit.

Nantinya, mereka akan mengambil kesempatan Mabit di area sekitar jamarat.

Setelah itu, mereka kembali ke hotel masing-masing untuk beristirahat.

"Skema ini akan mengurangi kepadatan di Mina. Jumlah jemaah haji Indonesia sangat banyak dan skema ini dirasa akan berpengaruh dalam mengurangi kepadatan," ucap Menag.

Menag menambahkan bahwa banyak negara yang menilai manajemen penyelenggaraan haji Indonesia sangat baik.

Untuk itu, banyak negara yang datang untuk belajar bagaimana memanage haji di Indonesia.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi karena telah merancang program perhajian dengan sangat baik. Saya kira ini juga menjadi obsesi pemerintah Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dari sebelumnya," ungkap Nasaruddin.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved