Amalan dan Doa

Wajib Tau, Doa dan Amalan Agar Wafat dalam Keadaan Husnul Khotimah

Umat Islam dianjurkan untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan husnul khotimah saat akhir hayat.

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Wajib Tau, Doa dan Amalan Agar Wafat dalam Keadaan Husnul Khotimah 

BANGKAPOS.COM --Ketika seseorang meninggal dunia, ungkapan belasungkawa dan doa umumnya menyertai kepedihan yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan.

Salah satu doa yang sering diucapkan adalah, "Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Umat Islam dianjurkan untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan husnul khotimah saat akhir hayat.

Turut berduka cita, semoga almarhum husnul khotimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT."

Namun, adakah yang benar, "husnul khotimah" atau "khusnul khotimah"?

Dalam realitasnya, keduanya memiliki arti yang sangat berbeda.

Husnul Khotimah berarti meninggal dalam keadaan baik, sementara Khusnul Khotimah memiliki arti meninggal dalam keadaan hina.

Oleh karena itu, kehati-hatian dalam menyampaikan pesan, terutama dalam tulisan, sangat penting.

Umat Islam dianjurkan untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan husnul khotimah saat akhir hayat.

Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah:

"Allahummaj'al khayra 'umri akhirahu, wakhaira 'amali khawatimahu, wa khaira ayyami yauma al-qaka."

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikan sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)." (HR Ibnu As-Sunni)

Begitu juga dengan bacaan doa dalam Al Quran, Surat Ali Imran ayat 193 menyampaikan doa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa besar dan kecil serta menempatkan orang yang meninggal dalam golongan orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dalam prakteknya, untuk mencapai husnul khotimah, seseorang perlu mendekatkan diri kepada Allah SWT selama hidup di dunia.

Ini melibatkan berbagai amalan, seperti melaksanakan shalat, berzikir, berdoa, bersedekah, dan berbuat baik kepada sesama.

Amalan tersebut mencerminkan kebaikan dan kepatuhan kepada ajaran agama.

Oleh karena itu, sebagai manusia yang tidak tahu kapan ajal akan menjemput, kehati-hatian, kebaikan, dan kesungguhan dalam menjalankan ajaran agama sangat ditekankan.

Umat Muslim diajak untuk senantiasa menjaga kebaikan hati dan prilaku serta berdoa agar diberikan husnul khotimah saat akhir hayat.

Perbedaan antara husnul khotimah dan khusnul khotimah mencerminkan makna yang sangat dalam dan pentingnya kesadaran dalam menyampaikan pesan, terutama dalam konteks keagamaan.

Semoga doa-doa dan amalan kebaikan senantiasa mengiringi umat Muslim dalam menjalani hidupnya dan saat menghadapi akhir hayat.

Selain itu, terdapat amalan agar seorang muslim meninggal dalam kondisi husnul khotimah?

Dikutip Bangkapos.com, Ustadz Buya Yahya dalam tausiyahnya menyebut, jika seseorang ingin meninggal dunia secara husnul khotimah, di antaranya mendekatkan diri kepada Allah SWT selama hidup di dunia, berlaku baik, dan tidak sombong.

1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Buya Yahya menegaskan tidak ada seorang pun tahu kapan dan bagaimana ajal menjemput dirinya maupun orang lain.

Maka dari itu katanya, kata Buya Yahya, umat muslim harus berprilaku baik dengan menjalankan perintahnya serta selalu mendekatkan diri pada sang pencipta.

Menurut Buya Yahya, sang pencipta akan memberikan petunjuk kepada siapapun yang dikehendakinya jika ajalnya telah tiba.

Allah juga bisa dengan mudah membalikkan hati seorang hamba jika sudah dikehendaki-Nya.

Maka dari itu katanya agar selalu menjaga sikap dan prilaku dalam segala hal.

Ia juga menyarankan agar selalu berdoa dan berharap meminta pertolongan sang pencipta.

Amalan mendekatkan diri dengan Allah SWT bermacam-macam, di antaranya mengerjakan sholat lima waktu, zikir, berdoa, rajin sedekah dan lain sebagainya.

2. Berlaku baik

Buya Yahya mengatakan, sesorang akan meninggal berdasarkan kebiasaannya waktu hidup.

Kalau kebiasaanya waktu hidup penuh dengan kemaksiatan, maka ia akan menemukan ajalnya dengan kemaksiatan.

Begitu pula jika orang membiasakan hidupnya dengan kebaikan maka ia akan meninggal dengan kebaikan.

"Tapi sebetulnya apapun itu kita tidak tahu bagaimana ajal kita, akhir hidup kita, maka dari itu sibuklah untuk berbuat baik," kata Buya Yahya.

3. Jangan sombong

Hal lain yang harus dilakukan kaya Buya Yahya adalah tidak sombong.

"Kalau anda sudah meyakini bahwa bagaimana ajal menjemput nantinya, maka dia akan selalu berhati-hati. Dia tidak akan mudah menyombongkan dirinya sendiri,"

"keyakinanmu saat ini, imanmu saat ini tidak akan mustahil bisa berubah suatu ketika nanti, maka jangan sombong,"

"kamu mengaku beriman saat ini, kuat keimananmu bukan hanya sekedar beriman dengan mulut tapi juga di hati, amalnya juga itu bukan berati tidak akan berubah karena sang penciptalah yang merubah hati hamba," kata Buya Yahya.

(*/bangkapos.com)

 

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved