Selasa, 14 April 2026

Berita Bangka Selatan

Diisoloasi, Empat Sapi di Bangka Selatan Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengisolasi empat ekor sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku alias PMK.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
CEK KESEHATAN SAPI - Petugas kesehatan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan ketika melakukan pengecekan kesehatan hewan ternak di kandang, Sabtu (1/2/2025). Pengecekan dilakukan guna mengantisipasi penyebaran PMK. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengisolasi empat ekor sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku alias PMK.

Kebijakan tersebut diambil guna mengantisipasi penularan PMK terhadap ternak sapi lainnya. Dengan target kasus PMK dapat terus ditekan serta dikendalikan sehingga daerah itu dapat berstatus zero PMK.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin bilang hingga akhir Januari 2025 terdata sebanyak empat ekor sapi terjangkit PMK.

Data itu diketahui setelah pihaknya melakukan pengecekan dan pengujian laboratorium terhadap hewan ternak terindikasi PMK.

Diprediksi masih terdapat peningkatan kasus PMK seiring dengan pemeriksaan dilakukan.

“Di Kabupaten Bangka Selatan sudah ditemukan empat ekor sapi yang terkena PMK,” kata dia kepada Bangkapos.com, Sabtu (1/2/2025).

Menurutnya empat ekor sapi terjangkit PMK telah dilakukan isolasi guna mencegah penularan virus PMK lebih luas.

Sapi tersebut telah berikan pengobatan supaya tidak menular ke sapi lainnya. Agar tidak mengganggu pengembangan usaha peternakan sapi.

Tidak hanya itu, beberapa ekor sapi lainnya telah dilaporkan bergejala PMK.

Gerak cepat petugas lapangan langsung melakukan pengawasan secara intensif terus dilakukan terhadap hewan ternak bergejala PMK.

Termasuk pula upaya pencegahan dengan pemberian obat-obatan maupun vitamin.

Terpenting pembersihan dan pemberian desinfektan di kandang secara teratur guna menghindari penyebaran PMK.

“Jadi hewan-hewan yang sudah terkena PMK maupun yang kami duga terkena PMK segera ditangani dan diberi perlakuan pengobatan,” ujar Nurudin.

Penyebab PMK lanjut dia, merupakan virus yang termasuk dalam famili Picornaviridae, genus Aphthovirus.

PMK dapat menyerang hewan ternak terutama sapi, kambing dan domba.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved