Profil Tokoh
Profil dan Biografi RM Margono, Kakek Prabowo Pendiri BNI yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Dari pernikahan tersebut, Margono dan Siti dikaruniai lima orang anak yakni Soemitro Djojohadikoesoemo yang merupakan ayah dari Prabowo Subianto.
Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM - Kakek Presiden Prabowo Subianto, RM Margono Djojohadikusumo diusulkan menjadi pahlawan nasional Indonesia oleh pemerintah.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Yusuf) menilai RM Margono sangat layak diberi gelar tersebut dan tengah disampaikan kepada Dewan Gelar.
"Tadi ada yang nanya apakah kakeknya Pak Prabowo apa tadi katanya (layak diberi gelar pahlawan)? Iya, sangat layak beliau," kata Gus Ipul di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/).
Saifullah juga menyebut bahwa pengusulan tersebut masih dalam proses.
"Kalau ada yang nanya, sangat layak. Dan diproses sebagaimana mestinya," sambungnya.
Gus Ipul berpendapat, Margono Djojohadikoesoemo layak menyandang gelar Pahlawan, sebab ada banyak nilai-nilai kepahlawanan yang dapat diteladani dari Kakek Prabowo tersebut.
Lantas bagaimana biografi dan profil RM Margono Djojohadikusumo semasa hidup?
Profil dan Biografi RM Margono Djojohadikusumo
Dilansir laman Kemendikbud, RM Margono lahir di Purbalingga pada 16 Mei 1894. Pada 1946, Margono membentuk Bank Negara Indonesia (BNI).
Ia merupakan anak Raden Tumenggung Mangkuprodjo, keturunan dari Raden Kartoatmodjo serta R Ay Djojoatmojo. RM Margono adalah cucu buyut Raden Tumenggung Banyakwide, pengikut setia Pangeran Diponegoro.
RM Margono dikenal sebagai keluarga bangsawan dan menjadi tokoh penting dalam sejarah perbankan Indonesia.
Saat usia enam tahun atau pada 1900, dia bisa mengenyam pendidikan dasar Europeesche Lagere School (ELS) dan berhasil menamatkan pendidikan dasarnya pada tahun 1907.
Setelah lulus, Margono kemudian melanjutkan pendidikannya di sekolah calon pegawai negeri atau Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) dan lulus ujian masuk klein ambtenaar.
Margono tercatat menyelesaikan pendidikan di OSVIA selama empat tahun. Kemudian, dia juga sempat melanjutkan pendidikannya di Belanda.
Pada 1991, Margono bekerja sebagai juru tulis di Banyumas dan beberapa bulan kemudian diangkat menjadi juru tulis Asisten Wedana Banyumas di Pejawaran.
Kariernya sangat bagus karena setahun kemudian Margono diangkat menjadi juru tulis di kantor kejaksaan di Cilacap.
| Profil Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, Danrem Diberi Penghargaan Khusus dari Presiden, Akmil 1992 |
|
|---|
| Profil Yopi Wijaya Nahkodai Dinas Kelautan Perikanan Bangka Belitung, Lulusan Teknik Sipil Unsri |
|
|---|
| Profil Iqbal Damanik, Aktivis Greenpeace Diteror Bangkai Ayam, Terikat Pesan Mulutmu Harimaumu |
|
|---|
| Profil Aswad Sulaiman, Mantan Bupati Konawe Utara yang Pernah Terseret Kasus Izin Tambang Nikel |
|
|---|
| Profil Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman Kritik ‘Lupa Rumah Sendiri’ Gubernur Malut Sherly Tjoanda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Profil-dan-Biografi-RM-Margono-Kakek-Prabowo-Pendiri-BNI-yang-Diusulkan-Jadi-Pahlawan-Nasional.jpg)