Senin, 27 April 2026

Berita Bangka Selatan

Satu Keluarga di Kabupaten Bangka Selatan Dibui, Ini Alasannya

Satu keluarga yang kompak menjadi bandar dan pengedar narkoba di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dicokok polisi.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Pelaku Penyalahgunaan Narkoba – Aparat kepolisian dari Polres Bangka Selatan ketika menggiring pelaku tindak pidana narkoba hasil Operasi Antik, Selasa (4/2/2025). Dari operasi dilakukan delapan orang berhasil diamankan, tiga orang di antaranya merupakan bandar. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Satu keluarga yang kompak menjadi bandar dan pengedar narkoba di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dicokok polisi.

Mereka diamankan usai terjaring Operasi Anti Narkotika alias Antik Menumbing 2025 selama 12 hari.

Mirisnya bisnis barang haram itu sudah dijalankan keluarga tersebut sejak beberapa bulan terakhir.

Dengan tangan diborgol satu sama lain, keluarga tersebut turut dihadirkan dalam konferensi pers, Selasa (4/2/2025).

Tak banyak kata yang dilontarkan oleh para tersangka. Mereka hanya bisa tertunduk lesu sembari meratapi nasib mereka ke depannya.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan, Iptu Defriansyah mengatakan, terdapat tiga orang yang merupakan satu keluarga berhasil diringkus saat Operasi Antik.

Mereka masing-masing bernama Sukri alias Bakri (52) dan Desi (30) warga Desa Sadai, Kecamatan Tukak Sadai.

Serta satu orang lainnya yakni Dina Lestari (28) warga Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali.

“Mereka kita tangkap di kediaman tersangka Sukri alias Bakri pada Jumat (24/1) kemarin,” kata dia kepada Bangkapos.com.

Defriansyah menyebutkan penangkapan penangkapan itu dilakukan setelah anggota menerima adanya informasi dari warga setempat yang resah akan peredaran narkoba.

Berangkat dari informasi itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan secara intensif serta melakukan pemantauan di lokasi yang diduga kerap menjadi tempat transaksi narkoba.

Usai beberapa hari pemantauan petugas mendapatkan adanya gerak-gerak mencurigakan dari tersangka.

Hingga akhirnya anggota bersama sejumlah tokoh masyarakat melakukan penggerebekan di kediaman tersangka.

Ketika dilakukan penggerebekan, pelaku awalnya enggan mengakui telah melakukan transaksi narkoba jenis sabu.

Merasa ada yang janggal, petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap ketiganya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved