Jumat, 5 Juni 2026

Bangka Pos Hari Ini

Sopir Sedan Minta Maaf, Mengaku Bersalah Tabrak Pasutri hingga Tewas di Jalan Desa Nibung

Sopir ngantuk dan mengaku penglihatannya terganggu silau kena sinar matahari, dengan kecepatan 80 km per jam mobilnya keluar jalur dan menabrak motor

Tayang:
Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Sepri Sumartono
KECELAKAAN di KOBA -- Kondisi mobil sedan yang menabrak suami istri hingga meninggal dunia pada kecelakaan maut di Koba Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (9/2/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kecelakaan maut Minggu (9/2/2025) pagi di Jalan Raya Desa Nibung, Kecamatan Koba, Bangka Tengah telah mengakibatkan dua orang meninggalkan dunia. 

Tabrakan antara sepeda motor dan mobil itu menewaskan pengendara sepeda motor, sepasang suami istri Darmadi (50) dan Juaria (47).

Sementara korban selamat dari kecelakaan tersebut dengan luka ringan, yakni pengemudi mobil sedan kapsul bernopol BN 1908 BM warna hitam, Budianto (30) warga Kecamatan Airgegas, Bangka Selatan.

Tabrakan diduga akibat Budianto yang mengantuk dan adanya gangguan penglihatan yang silau karena sinar matahari pagi yang baru terbit.

“Saya sudah tidak kelihatan lagi, karena matahari juga sudah mulai muncul sekitar jam setengah 6 pagi. Lampu mobil masih nyala, mungkin lampu motor tidak nyala lagi,” katanya, Minggu (9/2) kepada Bangkapos.com.

Lalu tanpa sadar, ban mobil bagian kanan yang dikemudikan Budianto sudah mengenai garis putih di tengah jalan. 

“Jadi langsung tertabrak, tanpa ada penghambat. Rem sudah tidak ngaruh lagi, pas tabrakan ban (mobil) langsung pecah, mungkin copot bannya, langsung ngerem perlahan,” jelasnya lagi.

Budianto mengaku saat kejadian sedang dalam perjalanan dari Kota Pangkalpinang menuju Desa Nyelanding.

Ia sempat menghentikan seorang penjual sayur yang sedang lewat meminta pertolongan agar bisa ikut membantu pengendara sepeda motor yang tertabrak.

“Kalau kecepatan saya, paling maksimal 80 (kilometer per jam), karena tidak deras (ngebut) juga saya. Saya sempat tidur dulu di Terentang atau Guntung karena ngantuk, lalu jalan lagi,” jelasnya.

Secara pribadi, sebagai pihak yang terlibat kecelakaan, Budianto mengucap permohonan maaf yang dalam terhadap korban dan keluarga.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya, kepada keluarga dan korban yang saya tabrak. Mungkin sudah jalan saya, saya bingung juga mau bagaimana, saya merasa bersalah banget,” ungkapnya hampir menangis. (Sepri Sumartono)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved