Tribunners

Tarman Azzam dan Hari Pers Nasional 

Tarman bisa menghabiskan waktu 25 hari dalam sebulan berkeliling daerah mengunjungi cabang dan perwakilan organisasi

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rusmin Sopian - Mantan Jurnalis yang Tinggal di Toboali 

Oleh: Rusmin Sopian - Mantan Jurnalis yang Tinggal di Toboali

"YO nulis Tarman Azzam." Demikian bunyi pesan WhatsApp yang dikirimkan Ketua PWI Bangka Selatan Dedy Irawan, Minggu (9/2/2025) siang.

Tarman Azzam? Putra Bangka Belitung itu memang dikenal sebagai tokoh pers nasional. Penulis termasuk beruntung bisa berinteraksi dengan jurnalis senior itu dalam berbagai kesempatan dan waktu. Sebuah memori yang menjadi pengalaman dan catatan hidup.

Mantan pimpinan redaksi harian sore Terbit Jakarta itu dikenal sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dua periode, dari tahun 1998 hingga 2008. Hanya dua tokoh pers nasional yang pernah memimpin PWI pusat dua periode, yakni Harmoko dan Tarman Azzam.

Andai saja AD/ART organisasi tak membatasi ketua umum hanya boleh dipilih dua kali, tidak mustahil mantan anggota MPR dan DPRD DKI Jakarta itu masih akan terpilih untuk periode berikutnya.

Kepemimpinan yang mengesankan dari pria sederhana tetapi energik itu selama menakhodai organisasi cukup menjelaskan mengapa banyak anggota PWI yang amat berat melepas dia lengser sebagaimana yang diungkapkan wartawan senior Ilham Bintang.

Perhatian Tarman selama memimpin PWI sebagaimana yang dikutip dari tulisan wartawan senior Ilham Bintang memang menakjubkan. Tarman bisa menghabiskan waktu 25 hari dalam sebulan berkeliling daerah mengunjungi cabang dan perwakilan organisasi. 

Sebagai Ketua PWI Pusat, Tarman akrab dengan seluruh anggota PWI di seluruh Nusantara. Yang mengagumkan dari sisi ini, tulis Ilham Bintang, wartawan yang pernah menjadi ketua kelompok wartawan kepresidenan/setneg itu menghafal mati nama hampir seluruh pengurus dan anggota PWI di pusat maupun di pelosok terpencil Indonesia.

Tarman, tulis Ilham Bintang, hanya sedih dan merasa tak ikhlas jika penggantinya kelak tak memberi banyak waktu dan perhatian kepada PWI. Apalagi, kalau hanya memanfaatkan PWI untuk tujuan lain.

Selamat Hari Pers Nasional. Al-Fatihah untuk Bang Tarman Azzam. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved