Selasa, 2 Juni 2026

Pilkada Serentak 2024

Jelang Keluarnya Putusan MK soal Gugatan Pilgub Babel, Hidayat Arsani Bocorkan Prioritas Kerjanya

Hidayat Arsani menerangkan, sektor kesehatan dan ekonomi menjadi prioritas pertamanya apabila benar-benar bisa menjabat sebagai Gubernur

Tayang: | Diperbarui:
Tim Video Bangka Pos.
DIALOG RUANG TENGAH - Calon Gubernur Bangka Belitung 2024 nomor urut 2, Hidayat Arsani saat hadir Program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos edisi Senin (17/2/2025) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Calon Gubernur Bangka Belitung tahun 2024 Hidayat Arsani menyampaikan beberapa rencananya jika resmi ditetapkan sebagai kandidat terpilih nantinya.

Hal itu disampaikan Hidayat Arsani kurang dari satu pekan jelang keluarnya keputusan terkait gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Gubernur Bangka Belitung dari Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (24/2/2025).

Hidayat Arsani menerangkan, sektor kesehatan dan ekonomi menjadi prioritas pertamanya apabila benar-benar bisa menjabat sebagai Gubernur definitif Bangka Belitung.

Berikut petikan wawancara eksklusif bersama Calon Gubernur nomor urut 2 itu dalam Program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos yang dipandu Jurnalis Bangka Pos Edy Yusmanto pada Senin (17/2/2025) kemarin:

1. Jika seandainya nanti tanggal 24 Februari MK menetapkan Hidayat Arsani sebagai Gubernur terpilih, gebrakan apa yang akan dilakukan?
Pertama, saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Bangka Belitung atas kepercayaannya. Kedua, saya akan melangkah memasuki hari kerja saya menuju kantor Gubernur dengan senyum, dengan ikhlas. Pertama saya akan menyelesaikan dunia kesehatan, janji saya menyelesaikan BPJS. Kesehatan, rumah sakit, alkesnya,pelayanan semua kita benahi. Saya harap masyarakat Bangka Belitung tidak perlu lagi ke Jakarta, kita harus ada disini. Kedua perekonomian, pertimahan harus dibuka lagi seluas-luasnya, perkebunan dibuka, perikanan dibuka, pariwisata dibuka. 

2. Jadi Kesehatan, perekonomian, nomor tiga apalagi?
Ketiga pendidikan yang di bawah standar, semua guru harus di rakor, fasilitas pendidikan harus kita tinjau. Keempat, menguatkan etika kehidupan beragama. Kelima, tegakkan hukum setegak-tegaknya, artinya semua perizinan harus dilandasi hukum yang kuat, simple saja

3. Dari semua ini kan pasti butuh seseorang untuk membantu, apa yang akan dilakukan?
Setelah ini selesai, pastinya butuh SDM, saya lihat di Provinsi itu setengah (jabatan) banyak kosong semua. Jadi tidak ada lagi di dinas itu istilahnya bermain politik, harus lewat ujian. Apalagi ditemukan dalam perjalan itu ada orang nomor 1 istilahnya, saya tidak dendam, kalau pintar pasti tetap saya pakai. Ukurannya prestasi, bukan penjilat, kalau secara akademis you hebat tetap dipakai.

4. Tapi kemudian untuk prioritas di 100 hari kerja pertama apa yang dilakukan?
Rumah sakit, perbaiki semua. Kesehatan dan ekonomi itu seiring sejalan, kalau mau sekolah tapi belanja tidak ada uang bagaimana. Jadi kesehatan dan ekonomi diperbaiki dulu, baru pendidikan dulu kalau mau beli bangku sekolah gimana nanti. Ekonominya apa, pertimahan, perkebunan, perikanan baru pariwisata. Empat ini jalan, ramai semja pasar, kalau sekarang kan sepi semua pasarnya. Kadang-kadang kita ini sedih, sumber alamnya kaya tapi masyarakatnya miskin, kita punya timah ini banyak tapi rakyat mau beli indomie saja tidak mampu. Kita harus segera melakukan inventarisasi, karena kita tidak tidak baik-baik saja.

5. Khusus untuk pertambangan, kongkritnya apa?
Kita akan buka WPR, PT Timah kalau ada IUP kita ajak masyarakat, lewat Bumdes kita ajak semua. Jadi PT Timah dan Pemda harus kita rangkul semua yang baik, supaya masyarakat bisa kerja, kemudian hasilnya dijual kembali ke PT Timah dengan harga yang bagus.

6. Kalau sekarang kesehatannya masih seperti apa?
Kita lihat sendiri, rumah sakit dibenerin, manusianya juga. Saya ingin pasien datang, disambut dengan senyum, jangan langsung ditanya BPJS, harus dirawat dulu, jangan sampai pasien sudah sakit, tidak ada BPJS disuruh pulang

7. Apa konsekuensinya kalau 100 hari itu tidak dilakukan?
Saya tidak janji, tapi itu memang sudah harus dilakukan. Apapun konsekuensinya, kita lihat nanti, kita buktikan. Sekarang kalau kena stroke tidak bisa diatasi, alatnya kurang. Kita fokus kesehatan dulu, kalau masyarakat sehat dia bisa bekerja, bisa kemana-mana. Sebenarnya tidak berat memimpin itu, yang penting transparan, tidak banyak janji dan bisa kerja

8. Ketika nanti sudah benar-benar jadi Gubernur definitif ada kemungkinan tersandung kasus hukum dalam perjalan, bagaimana dengan itu?
Tangkap saja saya, saya bilang resiko pemimpin satu rumah sakit, satu penjara. Balap sepeda itu, kalau takut jatuh, jangan ikut. Kalau kita benar tidak akan jatuh, Allah melindungi kita. Tangkap saya kalau ada kebijakan yang salah, jangan anak buah saya

9. Itu untuk bapak, kalau untuk keluarga bagaimana?
Dari awal saya sudah bilang itu, resiko pemimpin yang pertama tidak korupsi, kalau saya makan duit negara, siap masuk penjara kalau salah. Ini proyek misalnya PU harus berapa persen, jangan, rezeki urusan Allah. Saya sudah bilang pada keluarga, anak saya, istri saya jangan sampai main-main dengan proyek, karena bukan hak mereka. Sudah saya sidang keluarga saya, ayah kau mau jadi Gubernur, satu kau tidak makan proyek, kau tidak boleh makan duit negara. Aset-aset saya yang lama silahkan dipakai, duit negara jangan sekalipun.

10. Bagaimana kemudian soal efisiensi anggaran saat ini?
Sekarang ini anggaran kita sudah defisit, maka perlu Gubernur yang tahu ekonomi, kita harus tau mana yang benar, mana yang jangan dulu. Artinya pikiran kotor buang dulu.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved