Minggu, 19 April 2026

Unjuk Rasa di Polres Bangka Barat

Warga Membubarkan Diri dari Polres Bangka Barat Usai Parno Warga Desa Mayang Dilepas

Saat keluar dari gerbang, Parno disambut oleh sejumlah warga yang menunggunya langsung di depan Mapolres

Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Riki Pratama
PARNO WARGA DESA MAYANG - Parno Warga Mayang terlihat dipeluk oleh sejumlah warga yang bergembira usai dirinya dilepas Polisi. Setelah warga menggelar aksi protes di depan pintu gerbang Polres Bangka Barat saat menggelar aksi di depan Mapolres, Kamis (20/2/2025) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA Polres Bangka Barat akhirnya mengabulkan tuntutan warga yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres, Kamis (20/2/2025) sore.

Tuntutan warga meminta polisi melepaskan Parno warga Desa Mayang, yang sempat diamankan pada Kamis (20/2/2025) pagi, karena kasus pengrusakan usai dilakukan sejumlah diskusi dan negosiasi dengan perangkat desa.

Saat keluar dari gerbang, Parno disambut oleh sejumlah warga yang menunggunya langsung di depan Mapolres.

Sekdes Desa Mayang Sumantir sebelumnya terlihat berada di dalam pagar kantor Polres Bangka Barat, ia mengatakan, baru selesai berdiskusi dengan jajaran Polres Bangka Barat.

Kemudian dia menemui warga yang telah menunggu lama di depan gerbang Polres Bangka Barat. 

UNJUK RASA KANTOR POLRES - Puluhan warga dari Desa Mayang, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Polres Bangka Barat, Kamis (20/2/2025) sore.
UNJUK RASA KANTOR POLRES - Puluhan warga dari Desa Mayang, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Polres Bangka Barat, Kamis (20/2/2025) sore. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumantir meyakinkan satu warganya yang diamankan Polisi bakal dilepas.

"Saya telah melakukan diskusi bersama pak Kapolres, pokoknya tetap keluar," kata Sekdes Sumantir dihadapan warga yang melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (20/2/2025).

Pernyataan itu, langsung dibalas oleh sejumlah warga yang berteriak, mengucapkan syukur atas pernyatan Sekdes tersebut.

"Oke kami tunggu, alhamdulilah," teriak sejumlah warga.

Tituk sapaan akrab Sumantir, mengatakan kehadirnya di Polres Bangka Barat untuk mendampingi warganya. 

"Karena permasalahan kita kurang tahu juga, karena kita di sini hanya mendampingi supaya warga tidak anarkis," ujarmya.

"Tuntutan minta dilepas, satu orang, alasan kurang tahu. Kita di luar meredam masyarakat, jadi langsung ke sini," ujarnya.

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Surtan Sitorus menjelaskan penyebab warga datang ke Polres Bangka Barat, karena meminta rekan mereka yang diamankan dilepas polisi, Kamis (20/2/2025).
Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Surtan Sitorus menjelaskan penyebab warga datang ke Polres Bangka Barat, karena meminta rekan mereka yang diamankan dilepas polisi, Kamis (20/2/2025). (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Kabag Ops Polres Babar, Kompol Surtan Sitorus menjelaskan penyebab warga datang ke Polres Bangka Barat (Babar), karena meminta rekan mereka yang diamankan dilepas Polisi.

"Kami dari Polres Babar, menyampaikan dan melaporkan, sedang menangani masyarakat yang datang ke Polres menuntut salah satu rekan mereka yang diamankan tadi pagi. Kemudian mereka menuntut untuk dikeluarkan," kata Kabag Ops Polres Babar, Kompol Surtan Sitorus di Mapolres Babar, Kamis (20/2/2025).

Disampaikan Sitorus, Polres Bangka Barat bersama sejumlah perangkat desa telah melakukan negosiasi, terkait penyelesaikan aksi warga sore tadi.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved