Rabu, 15 April 2026

Pihak SMAN 6 Depok Minta Maaf ke Dedi Mulyadi usai Ngotot Study Tour, Kepsek Dicopot

Sebelumnya, SMAN 6 Depok ngotot tetap melakukan study tour meski telah dilarang oleh Dedi Mulyadi. Imbasnya, sang kepala sekola, Siti Faizah, dicopot

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
Kolase KOMPAS.com/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING // KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY
PIHAK SMAN 6 MINTA MAAF -- (kiri) Momen saa tGubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan Kesehatan di kompleks Kementerian Dalam Negeri, Minggu (16/2/2025) // (kanan) SMAN 6 Depok, Limo, Cinere, Kota Depok. 

BANGKAPOS.COM -- Pihak SMAN 6 Depok meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Sebelumnya, SMAN 6 Depok ngotot tetap melakukan study tour meski telah dilarang oleh Dedi Mulyadi.

Imbasnya, sang kepala sekola, Siti Faizah, dicopot dari jabatannya oleh sang Gubernur.

Kini, SMAN 6 Depok meminta maaf jika salah dalam menyimpulkan imbauan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait study tour yang berujung kepada pencopotan sang kepala sekolah.

Melansir dari Tribunnews.com, Jumat (21/2/2025) hal tersebut disampaikan oleh Humas SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan meminta maaf kepada Dedi.

“Sekaligus pada kesempatan ini kepada Pak Gubernur Jawa Barat, kalau memang kami dianggap salah menyalahi aturan,"

"kami sekali lagi mohon maaf dan mohon arahan serta bimbingan Bapak,” ucap Humas SMAN 6 Depok Syahri Ramadhan saat ditemui Kompas.com, Jumat (21/2/2025).

Syahri menyampaikan, imbauan Dedi agar SMAN 6 Depok meniadakan study tour yang diunggah dalam video beberapa waktu lalu tidak menyiratkan adanya tuntutan harus dipatuhi.

“Karena pada saat itu, kami menginterpretasikan kata-kata himbauan adalah sebagai bukan larangan,” ungkap Syahri.

Syahri berujar, pihak SMAN 6 Depok sudah menggelar rapat darurat usai Dedi memberi imbauan untuk meniadakan study tour pada Minggu (16/2/2025) atau sehari sebelum study tour dilaksanakan.

Namun, hasil dari rapat darurat itu memastikan 347 siswa SMAN 6 Depok tetap berangkat study tour

Sebab, pembayaran travel yang sudah lunas hanya akan dikembalikan sebesar 25 persen jika study tour dibatalkan dalam kurun waktu satu hari sebelum pelaksanaan.

Nominal pengembalian uang pembayaran travel dinilai terlalu kecil sehingga SMAN 6 Depok tetap melanjutkan study tour.

“Itu kan berpotensi menjadi polemik. Pasti orangtua murid yang sudah bayar, ‘kok kita enggak jadi tapi dikembalikan uangnya segini’, jadi itulah pertimbangannya,” terang Syahri.

Oleh karena itu, Syahri menegaskan pihaknya tidak bermaksud melawan atau keras kepala atas arahan dari Dedi Mulyadi selaku pimpinan Jawa Barat.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved