Merawat Kemabruran Puasa
Mengontrol Tabungan Sosial
Tabungan sosial itu di antaranya adalah bersedekah, berjariyah, berinfaq, dan berbagai hal...
Oleh: Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA
Untuk melestarikan kemabruran puasa Ramadan maupun ubudiyah Ramadan lainnya diperlukan suasana batin untuk tetap memelihara tabungan sosial (social saving) yang selama ini dilakukan.
Tabungan sosial itu di antaranya adalah bersedekah, berjariyah, berinfaq, dan berbagai hal yang bisa menyenangkan dan memberdayakan umat dan masyarakat.
Sebagai layaknya sebuah rekening tabungan sosial (RTS), adakalanya kita menyimpan dan adakalanya kita menarik.
Jika kita banyak menyetor ke dalam RTS, maka sudah barang tentu akan memberikan efek positif ke dalam pikiran dan suasana batin kita.
Sebaliknya, jika RTS tidak pernah bertambah, bahkan terus ditarik hingga yang muncul saldo minus, maka sudah barang tentu akan memberikan efek negatif ke dalam pikiran dan suasana batin kita.
Wujud penyetoran RTS bisa dalam bentuk menjalankan ibadah khusus seperti menjalankan fungsi-fungsi kehambaan, seperti shalat, berzikir, berpuasa, mengeluarkan zakat, dan melaksanakan haji, tadarusan, mengikuti pengajian, dan lain sebagainya.
Bisa juga dalam bentuk menjalankan ibadah-ibadah sosial seperti menjalankan fungsi-fungsi kekhalifahan, misalnya melestarikan lingkungan hidup, membantu fakir miskin, membersihkan fasilitas umum, berkata jujur, dan lain sebagainya.
Sedangkan wujud penarikan RTS bisa dalam bentuk meninggalkan perintah Tuhan, seperti meninggalkan shalat, puasa wajib, zakat, haji, dan kewajiban agama lainnya.
Demikian pula mengerjakan larangan Tuhan, seperti berzina, berbohong, hasad, munafik, sumpah palsu, membuka aurat, makan makanan haram, khianat, tidak menepati janji, dan lain sebagainya.
Banyak ayat yang mengimbau agar manusia mengoptimalkan penyetoran RTS, antara lain:
"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan." (Q.S. al-Baqarah/2:110).
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula." (Q.S.al-Zalzalah/99:7-8).
Banyak juga ayat yang mengingatkan agar manusia menghindari untuk melakukan penarikan TRS seperti:
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. al-Nisa’/4:110).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250228-Nasaruddin-Umar-Menteri-Agama-RI.jpg)