Kamis, 28 Mei 2026

Harta Kekayaan Pejabat

Gaji Maya Kusmaya Pencetus Ide Oplos Pertamax Rp1,8 Miliar per Bulan, Hartanya Rp10 M

Segini Gaji Maya Kusmaya Pencetus Ide Oplos Pertamax, Hartanya Capai Rp10 Miliar.

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
pertaminapatraniaga.com
TERSANGKA KORUPSI MINYAK - Maya Kusmaya, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga ditetaplan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak dan produksi kilang, Rabu (26/2/2025). Maya ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (26/2/2025) malam setelah dijemput paksa penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) karena tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi. 

Karier Maya di PT Pertamina dimulai melalui berbagai posisi strategis.

Ia pernah menjabat sebagai Senior Analyst Gas Business Initiatives dari 2015 hingga 2016, Engineering Manager di Pertamina Gas Directory dari 2016 hingga 2018, dan Portfolio and Business Development Manager tdari 2018 hingga 2020.

Kemudian, ia menjadi VP Kapasitas Komersial dan Aset PT Pertamina Gas pada tahun 2020-2021, serta VP Operasi Perdagangan PT Pertamina Patra Niaga dari Maret hingga Juni 2023.

Pada Juni 2023, Maya diangkat sebagai Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada 16 Juni 2023.

Pengangkatannya bertepatan dengan penunjukan Riva Siahaan sebagai direktur utama, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi ini pada 24 Februari 2025.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah besaran gaji dan tunjangan uang diterima para direksi perusahaan tersebut.

Dikutip dari Kompas.com pada Kamis (27/2/2025), gaji Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga mengikuti pedoman internal Pertamina.

Berdasarkan aturan yang berlaku, gaji direktur lainnya di perusahaan ini sebesar 85 persen dari gaji Direktur Utama.

Selain gaji pokok, para direksi juga menikmati berbagai tunjangan dan fasilitas.

Mulai dari tunjangan hari raya (THR), tunjangan perumahan, asuransi purna jabatan, asuransi kesehatan, hingga fasilitas kendaraan dinas.

Selain itu, direksi juga berhak menerima insentif kinerja yang diberikan sebagai penghargaan atas pencapaian laba dan target perusahaan.

Jika target tercapai, tambahan kompensasi diberikan dalam bentuk Penghargaan Jangka Panjang atau Long Term Incentive (LTI).

Berdasarkan Laporan Keuangan 2023 PT Pertamina Patra Niaga, total kompensasi yang diberikan kepada manajemen kunci mencapai 19,1 juta dollar AS atau sekitar Rp 312 miliar.

Pada tahun tersebut, perusahaan memiliki tujuh anggota Dewan Komisaris dan tujuh anggota Dewan Direksi.

Jika angka kompensasi ini dibagi rata, setiap individu diperkirakan menerima sekitar 1,36 juta dollar AS atau setara Rp 21,8 miliar per tahun (asumsi kurs Rp 16.000 per dollar AS).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved