Minggu, 12 April 2026

Berita Pangkalpinang

Akademisi Ungkap Dampak Multidimensi Diskon Tiket Pesawat Jelang Lebaran

Langkah ini dinilai membawa dampak positif dan multidimensi terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi, pariwisata,

Penulis: Sela Agustika | Editor: Hendra
(Istimewa).
Dosen Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) sekaligus Sekertaris Jurusan Ekonomi dan Akuntansi, Zikri 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Menjelang momen libur Lebaran, pemerintah kembali menggulirkan kebijakan diskon tiket pesawat sebagai stimulus ekonomi.

Langkah ini dinilai membawa dampak positif dan multidimensi terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi, pariwisata, hingga perekonomian secara keseluruhan.

Dosen Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) sekaligus Sekertaris Jurusan Ekonomi dan Akuntansi, Zikri Rahmani mengungkapkan kebijakan diskon ini secara langsung meningkatkan daya beli masyarakat, terutama dalam rangkan mudik ke kampung halaman. 

Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, aksesibilitas perjalanan meningkat, mendorong permintaan tiket pesawat, serta mempercepat perputaran ekonomi di sektor transportasi udara.

Namun, di balik manfaatnya, lonjakan penumpang yang signifikan akibat kebijakan ini juga menghadirkan tantangan operasional bagi maskapai dan pengelola bandara. Kepadatan penumpang berpotensi menyebabkan keterlambatan penerbangan dan meningkatkan beban kerja sumber daya manusia di sektor penerbangan.

"Diskon tiket pesawat ini seringkali bersifat sementara dan terbatas, sehingga tidak semua lapisan masyarakat dapat memanfaatkannya, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan akses, kadang ada yang kebagian, ada juga yang gak kebagian tiket. Dari perspektif bisnis, diskon dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan okupansi pesawat, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat mengurangi margin keuntungan maskapai," ungkap Zikri, Rabu (5/3/2025).

Kata dia, dari perspektif ekonomi makro, kebijakan diskon tiket pesawat ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi di sektor transportasi, dan penerimaan negara dari pajak bandara serta retribusi pariwisata. 

"Pariwisata sebagai salah satu sektor strategis nasional turut memperoleh manfaat signifikan, dengan peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke berbagai destinasi," ucapnya.

Di tingkat mikroekonomi, diskon tiket memberikan keuntungan langsung bagi konsumen, terutama masyarakat menengah ke bawah, dengan membuka peluang perjalanan yang lebih luas. Hal ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal di sektor akomodasi, kuliner, dan destinasi wisata.

“Diskon ini bisa menjadi pemicu lonjakan konsumsi di berbagai sektor. Masyarakat yang sebelumnya ragu untuk bepergian karena harga tiket yang tinggi kini mendapatkan kesempatan lebih besar untuk berlibur atau pulang kampung. Ini akan menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja di destinasi wisata,” katanya.

Agar kebijakan ini memberikan dampak yang optimal dan berkelanjutan, diperlukan strategi pengelolaan yang matang. Pemerintah dan maskapai harus memastikan bahwa infrastruktur pendukung, seperti kapasitas bandara dan kesiapan tenaga kerja, mampu mengakomodasi lonjakan penumpang.

Selain itu, perlu ada mekanisme pemerataan akses agar kebijakan diskon ini tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, melainkan bisa dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. Misalnya, dengan penyebaran jadwal diskon yang lebih merata atau kuota tiket yang lebih adil bagi berbagai kelompok masyarakat.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved