Senin, 11 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Tergiur Gaji Besar, 69 Warga Bangka Belitung Jadi Korban TPPO di Myanmar

Puluhan warga Babel tersebut bersama WNI lainnya justru dipaksa bekerja menjadi pelaku penipuan online (scammer) dan operator judi online

Tayang:
Bangka Pos
Bangka Pos Hari Ini, 5 Maret 2025 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 69 warga Bangka Belitung (Babel) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) saat ini terjebak di wilayah konflik Myawaddy, Myanmar.

Awalnya para korban ini nekat berangkat secara ilegal karena tergiur pekerjaan dengan gaji tinggi di Kamboja.

Bukannya mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan, mereka malah terjebak di Kota Myawaddy perbatasan Myanmar dan Kamboja.

Di Kota Myawady, puluhan warga Babel tersebut bersama WNI lainnya justru dipaksa bekerja menjadi pelaku penipuan online (scammer) dan operator judi online. Mereka bekerja di bawah ancaman dan tekanan.

Pemerintah Indonesia saat ini masih mengupayakan cara-cara diplomatik untuk membantu pemulangan pekerja migran Indonesia  yang tertawan di Myanmar tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung, Elius Gani membenarkan saat ini ada 69 pekerja imigran asal Babel yang terjebak di Myanmar.

“Saat ini kami katakan ada 69 pekerja imigran ilegal, karena berangkatnya bukan melalui jasa tenaga kerja,” ujar Elius Gani kepada Bangkapos.com Selasa (4/3).

Elius mengungkapkan berdasarkan informasi, para korban diiming-imingi dengan gaji besar sehingga menarik minat mereka untuk bekerja ke Myanmar.

“Jadi mereka ini ada saudara atau orang Bangka juga yang sudah kerja di sana, jadi perekrutannya dari mulut ke mulut,” beber Elius.

Namun sayangnya, kata Elius gaji besar tersebut hanya merupakan janji manis saja untuk memikat para korban.

“Jadi ada yang sudah kerja 10 bulan, ketika gaji mandek ini baru bermasalah. Jadi memang, kondisinya Myanmar itu ada sindikat judi online,” ucapnya.

Lanjut Elius saat ini para korban tertahan di perbatasan Myanmar, dengan kondisi daerah yang dikuasai kelompok separatis bersenjata.

Terkait hal tersebut Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga sudah melakukan koordinasi, dengan Polda Bangka Belitung serta Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

“Intinya, jangan sampai kedepan terjadi lagi dan kita tentunya akan mensosialisaikan ini. Pemerintah Indonesia tidak ada kerja sama terkait penempatan tenaga kerja, dengan Myanmar,” tegasnnya.

Ia mengaku terhadap 69 warga Babel tersebut sudah ada kontak dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon terkait informasi keberadaan mereka.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved