Tribunners

Deep Learning dan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Dalam proses menerapkan deep learning, para guru (sebelum mengajar) hendaknya selalu membuat perencanaan pembelajaran secara matang

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Sam Edy Yuswanto - Penulis Lepas, Alumnus STAINU Kebumen Fakultas Tarbiyah  

Oleh: Sam Edy Yuswanto - Penulis Lepas, Alumnus STAINU Kebumen Fakultas Tarbiyah 

PENDIDIKAN bermutu menjadi salah satu syarat majunya sebuah bangsa. Hal ini dapat dimaklumi karena dengan pendidikan yang bermutu akan melahirkan generasi-generasi muda cerdas dan berkualitas. 
Oleh karenanya, peningkatan pendidikan harus terus diupayakan oleh berbagai lembaga pendidikan. Terlebih pihak pemerintah, selaku penyelenggara pendidikan, harus berusaha melakukan beragam cara atau strategi agar pendidikan di negeri ini makin maju dan berkembang.

Salah satu strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini adalah dengan pendekatan deep learning. Melansir Tempo.co (31/12/2024) Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan pendekatan deep learning akan diterapkan ke dalam kurikulum nasional yang berlaku saat ini yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
“Deep learning itu yang nanti akan kami terapkan sebagai pendekatan dalam pembelajaran, yang tentu saja setelah nanti kita terbitkan peraturan menterinya, kita akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk para guru terkait penerapan deep learning,” kata Abdul Mu’ti (Tempo.co, 31/12/2024).

Dalam paparannya di Universitas Negeri Malang, Kamis (13/2/2025), Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pintu pertama untuk melakukan learning yang mendalam itu adalah attention. Di mana perhatian ini merupakan sebuah proses yang melibatkan pancaindra manusia sehingga kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki menjadi pemantik rasa ingin tahu yang lebih jauh dalam proses belajar (kemdikbud.go.id).

Masih dari sumber senada, Abdul Mu’ti juga membeberkan tiga prinsip yang melekat dalam proses deep learning. Prinsip pertama adalah mindful, di mana hal ini berarti bahwa proses yang berlangsung dilakukan dengan penuh kesadaran, dalam konteks di kelas seorang guru harus mengedepankan rasa penghormatan kepada seluruh muridnya, dan memberikan ruang kepada murid untuk menemukan cara yang efektif untuk mempelajari ilmu.

Prinsip kedua adalah meaningful, yang berarti proses menemukan makna dan menembus pada manfaat dari ilmu yang diajarkan dan mengembangkannya. Prinsip ketiga atau terakhir yakni joyful, yang memiliki arti penghargaan atas raihan penemuan makna serta segala kegunaannya serta manfaatnya untuk masyarakat. 

Salah satu hal yang penting diperhatikan dalam proses pembelajaran deep learning adalah jangan terlalu banyak memberi materi kepada murid. Karena yang terpenting adalah guru harus berupaya memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada murid. Dengan pemahaman mendalam ini, murid diharapkan mampu mengaplikasikan atau mengamalkannya dengan baik.

Menurut Abdul Mu’ti, deep learning akan berjalan sukses jika materi yang diajarkan tidak terlalu banyak. Menurutnya, materi yang didapat oleh peserta didik harus sesuai dengan ukuran kemampuan, menekankan pentingnya nilai pembelajaran, dan dapat ditransformasikan ke dalam banyak konteks. Jadi, selain aspek pengetahuan dan kemampuan, deep learning juga harus mengedepankan pentingnya nilai (kemdikbud.go.id).

Dalam proses menerapkan deep learning, para guru (sebelum mengajar) hendaknya selalu membuat perencanaan pembelajaran secara matang. Jangan sampai guru datang ke kelas tanpa memiliki persiapan dan hanya mengandalkan buku materi semata. Jadi, sebelum menyampaikan materi, guru harus benar-benar menguasai materi tersebut terlebih dahulu.

Dengan rencana pembelajaran, guru bisa lebih mudah mengatur waktu dan sumber daya yang ada. Rencana ini juga membantu guru untuk tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai dan memberikan pengalaman belajar yang konsisten dan berkualitas bagi siswa. Rencana pembelajaran juga memungkinkan guru untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman siswa. Dengan demikian, setiap siswa bisa mendapatkan manfaat maksimal dari proses belajar (Laila, gramedia.com).

Semoga upaya Kemendikdasmen dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk semua melalui pendekatan deep learning dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Dan tentunya, segala hambatan yang datang dari para guru dan murid dapat terselesaikan dengan baik melalui jalan musyawarah bersama antara pihak Kemendikdasmen dan juga pihak-pihak terkait. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved