Merawat Kemabruran Puasa

Antara Istigfar dan Taubat

Para ulama menempatkan istigfar dan taubat sebagai anak tangga pertama dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Editor: fitriadi
Tribunnews.com
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar 

Dari sini bisa difahami bahwa porsi makna taubat tidak hanya sekedar pembersihan diri dari dosa dan maksiat, tetapi lebih banyak bermakna mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah SWT (taqarrub ilallah).

Dalam perspektif tasawuf, para ulama menempatkan istigfar dan taubat sebagai maqam atau anak tangga pertama dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Maqam-maqam berikutnya seperti sabar, qana’ah, faqir, zuhud, tawakkal, ridha, mahabbah, dan ma’rifah akan menyusul dengan sendirinya jika maqam taubat sudah dituntaskan.

Dengan kata lain, istigfar dan taubat adalah anak tangga yang harus dilalui seorang hamba.

Siapapun dan apapun kedudukan dan status seseorang, termasuk Rasulullah SAW sendiri senantiasa menjalankan taubat.

Bahkan ’Aisyah juga meriwayatkan bahwa Rasulullah tidak pernah kurang 100 kali mengucapkan lafaz-lafaz istigfar.

Istigfar dan taubat akan meringankan beban hidup seseorang. Wallahu a’lam. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved