Gaji Direksi Pertamina Rp4 M per Bulan, DPR: Lebih Lebih Besar dari Presiden AS
Jadi Sorotan, Gaji Direksi Pertamina Rp4 M per Bulan, DPR: Lebih Lebih Besar dari Presiden AS
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Gaji Direksi Pertamina Rp4 M per Bulan, DPR: Lebih Lebih Besar dari Presiden AS
PT Pertamina (Persero) Tbk terus menjadi sorotan setelah terbongkarnya kasus mega korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Patra Niaga periode 2018-2023 yang ditaksir merugikan negara hampir 1 kuadriliun rupiah.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025), Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, Mufti Aimah Nurul Anam mengkritik habis-habisan PT Pertamina (Persero) Tbk.
Mufti kecewa karena dalam rapat tersebut, jajaran Pertamina tidak membeberkan update terkait kasus mega korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Patra Niaga periode 2018-2023 yang ditaksir merugikan negara hampir 1 kuadriliun rupiah.
"Pada RDP kali ini, jujur saja kami sedikit kecewa, kami tunggu-tunggu dari paparan ter-update soal (kasus) Pertamax oplosan, tapi tidak ada sebait kata pun yang menjelaskan soal itu dalam kesempatan pagi ini," katanya dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Selanjutnya, Mufti membeberkan bobroknya perusahaan pelat merah tersebut.
Pertama, ia menyebut adanya rencana dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia untuk membangun kilang minyak baru dengan pembiayaan dari super holding, Danantara sebesar Rp 500 triliun.
Padahal, kata Mufti, pembangunan tersebut sudah dijanjikan oleh mantan Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, akan rampung pada tahun 2019 silam.
"Lah, jadi selama ini Pertamina tidak punya kilang baru? Padahal ketika tahun 2019, kita duduk di sini, ketika di tempat duduk Bapak ada namanya Bu Nicke, menyampaikan, RDMP (Refinery Development Master Plan) Balikpapan maksimal tahun itu (2019) akan selesai, ternyata baru tahun 2025 tidak tuntas juga," tegasnya.
Dengan hal tersebut, Mufti menganggap Pertamina justru menjadi mafia migas itu sendiri karena seakan selalu menunda pembangunan kilang minyak baru dan selalu melakukan impor minyak.
Selanjutnya, Mufti mengungkapkan bobroknya Pertamina dapat dilihat terkait adanya temuan bahwa kandungan sulfur pada jenis BBM RON 92 atau Pertamax setara dengan RON 90 atau Pertalite.
Dia mengatakan hal tersebut melanggar ketentuan aturan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
"Kandungan sulfur Pertamax ternyata sama dengan Pertalite yang 500 ppm. Bayangkan, standar Euro4 saja RON 92 kandungan sulfurnya seharusnya 50 ppm. Belum lagi, kalau lihat tetangga kita, Shell hanya 10 ppm," ujarnya.
Namun, Mufti mengatakan bobroknya Pertamina tersebut tidak sebanding dengan tingginya gaji petinggi-petingginya.
Bahkan, dia menyebut gaji per bulan Dirut Pertamina setara dengan CEO Google dan Coca-cola.
| Vonis Bebas Amsal Sitepu: Kajari Karo Akui Salah Ketik Surat Saat Dicecar DPR |
|
|---|
| Nasib Terkini Danke Rajagukguk, Kajari Jadi Sorotan di Kasus Amsal Sitepu, Harta Minus Rp140 Juta |
|
|---|
| Sosok Wira Arizona, Jaksa yang Disorot DPR dalam Kasus Dugaan Intimidasi Brownies Amsal Sitepu |
|
|---|
| Ketua Komisi III DPR Murka, Panggil Kejari Karo Terkait Kasus Amsal Sitepu |
|
|---|
| Warga Bukit Besar Ubah Sampah Jadi Peluang, Pertamina Dorong Ekonomi Sirkular |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250301-pegawai-Pertamina-tersangka-korupsi.jpg)