Rabu, 20 Mei 2026

Innamal A'malu Binniyat Tulisan Arab dan Artinya

Innamal Amalu Binniyat artinya adalah "sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya".

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
tribun
Arti Innamal A'malu Binniyat, Hadits Nabi Muhammad SAW: Sesungguhnya Amal Tergantung pada Niat 

BANGKAPOS.COM -- Sebagai muslim, rasanya kita pasti mendengar atau membaca kalimat atau ucapan Innamal A'malu Binniyat.

Innamal A'malu Binniyat merupakan salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang paling populer.

Lantas tahukah Anda apa arti Innamal A'malu Binniyat?

Innamal A'malu Binniyat dalam arab ditulis إِنَّمَاالْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ 

Innamal Amalu Binniyat artinya adalah "sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya".

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus atau lebih dikenal dengan Habib Novel Alaydrus, lewat video singkat pernah menjelaskan mengenai makna dari kalimat Innamal A'malu Binniyat.

Beliau menjelaskan, kata al a'mal dalam kalimat Innamal A'malu Binniyat memiliki makna amal-amal kebajikan.

"Arti al a'mal di situ jamak dari kata amal. Amal itu artinya perbuatan," kata Habib Novel Alaydrus.

"Perbuatan yang dimaksud dalam hadits Innamal A'malu Binniyat adalah amal perbuatan yang baik, bukan perbuatan yang buruk, bukan maksiat," sambung beliau.

Kementerian Agama Republik Indonesia atau Kemenag RI menafsirkan innamal a malu bin niat artinya syarat sah diterima atau tidaknya amal perbuatan.

Sesungguhnya amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah SWT).

Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati setiap umat. 

Buya Yahya lewat kanal YouTube juga pernah menjelaskan mengenai makna dari hadits Nabi Muhammad saw, Innamal A'malu Binniyat.

Buya Yahya mengatakan, amal baru akan diterima oleh Allah SWT jika diiringi dengan niat yang benar.

"Keseriusanmu dalam beramal itu ada hubungannya dengan kebesaran hatimu dalam berniat," kata Buya Yahya.

Lebih lanjut Buya Yahya memberikan contoh, misalkan seseorang memiliki niat yang besar untuk menggapai sesuatu, maka sebesar apapun rintangan akan ia hadapi.

Hal itu dikarenakan ia memiliki niat yang besar untuk memperoleh suatu keberhasilan yang ingin dicapai.

Sama halnya jika seseorang memiliki keinginan namun diiringi dengan niat yang kecil, maka sekecil apapun rintangan di depan mata akan dianggap sebagai suatu yang menyulitkan.

Sehingga niat yang kecil tadi tidak akan membuat seseorang itu mampu memperoleh suatu keberhasilan karena tidak adanya keinginan yang besar untuk menggapainya.

"Kalau niatmu gede walaupun sakit-sakit maksain dong, karena niatnya gede penyakit jadi kecil. Tapi kalau pemalas, sakit kecil jadi gede," jelas Buya Yahya.

Pentingnya Niat dalam Islam

Niat merupakan sesuatu yang penting dalam Islam.

Sebagai muslim, niat yang tulus dan diikuti dengan cara yang benar adalah mutlak dianjurkan dalam setiap sendi kehidpuan manusia di dunia.

Pasalnya Allah menciptakan segala sesuatu berpotensi bernilai ibadah.

Banyak amalan dunia yang bernilai akhirat, banyak pula amalan akhirat yang bernilai dunia.

Semua itu bergantung kepada niatnya.

Apabila kita melakukan suatu pekerjaan secara ikhlas dan karena Allah SWT, maka akan mendapatkan pahala, tetapi apabila sebaliknya, maka hanya kesia-siaan yang kita dapatkan.

Begitulah pentingnya niat dalam Islam.

Saking pentingnya niat, tentu kita jamak mendengar kalimat Innamal A'malu binniyat.

Kalimat itu merupakan penggalan sebuah hadis.

Tulisan Innamal A'malu binniyat dalam bahasa Arab adalah إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ .

Artinya kurang lebih adalah sesungguhnya amal tergantung dengan niat.

Niat adalah dasar kita sebagai manusia saat mengerjakan sesuatu dan sumbernya berasal dari dalam hati.

Ini penting bagi umat Islam karena merupakan tolok ukur sebuah perbuatan.

Niat adalah tolok ukur suatu amalan.

Diterima atau tidaknya suatu amalan selalu bergantung pada niat, dan banyak atau sedikitnya pahala yang didapat pun tergantung niat.

Berikut penjelasan hadis tentang niat.

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

yang artinya : Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul - Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul - Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits).

Pokok dalam hadits tersebut terletak pada penggalan kata : إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ yang bermakna : bahwa setiap amal yang tidak diniatkan karena mengharap Wajah Allah adalah sia - sia, tidak ada hasil sama sekali baik di dunia maupun di akhirat.

(Bangkapos.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved