Bangka Pos Hari Ini

Toko Kelontong Eli Tetap Ramai, Efisiensi Anggaran Tak Berdampak pada Pedagang Kecil

tidak semuanya merasakan dampak efisiensi anggaran tersebut, Misalnya saja Eli, pemilik toko kelontong di Kelurahan Sungaiselan, Kecamatan ...

Bangka Pos
Bangka Pos Hari Ini, Selasa (18/3/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dinilai berdampak langsung ke beberapa kalangan.

Di antaranya kontraktor yang hingga kini belum mendapat gambaran pekerjaan yang bisa dilakukan dalam program kerja pemerintah.

Meski begitu, tidak semuanya merasakan dampak efisiensi anggaran tersebut, Misalnya saja Eli, pemilik toko kelontong di Kelurahan Sungaiselan, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah. Kata dia, lemahnya perekonomian masyarakat yang terdampak kabar efisiensi anggaran tak terlalu berpengaruh bagi pengusaha toko kelontong seperti dirinya. 

“Alhamdulillah kalau (toko) saya masih tetap ramai, soalnya kan sembako ya, orang pasti butuh, pasti beli,” jelas Eli, Senin (10/3).

Bahkan, di bulan Ramadan seperti ini, setiap hari tokonya cenderung semakin ramai didatangi pembeli yang mencari bahan-bahan pokok seperti beras, mintak goreng, gandung dan masih banyak lagi.

Diakuinya, produk seperti gandum justru lebih sering laku ketika di bulan puasa seperti ini. Eli menyebut, dia bisa menghabiskan belasan karung gandum ukuran 20 kg hanya dalam waktu 3 hari.

“Soalnya yang belinya bukan sedikit-sedikit, ada yang langsung 5 kilo, mungkin mau buat-buat kue buat jualan,” tuturnya.

Begitupun dengan produk-produk lain seperti minyak goreng dan beras yang juga laku cukup banyak. Hanya saja kata Eli, pembelian yang dilakukan cenderung dalam jumlah yanh sedikit-sedikit.

Seperti beras misalnya, dimana pembeli kebanyakan hanya membeli beras secara eceran. 

“Itulah paling bedanya, yang beli sekarungsekarung itu sedikit. Paling mereka (pembeli) beli sekilo dua kilo, tapi itulah rutin,” jelasnya.

Kendati demikian, kata Eli, justru sedikitnya pembeli lebih kentara pada toko perabotan dan pecah belah yang juga menjadi salah satu lini usahanya.

Dia menyebut, pada bulan Ramadhan, tepatnya pada minggu kedua, biasanya sudah ada orang yang datang membeli perabotan.

“Kayak tahun lalu itu biasanya udah mulai lumayan yang datang, belibeli toples. Sekarang ini belum ada, moga-moga lah nanti udah dekat puasa ramai,” ujarnya. (u2)

Sumber: bangkapos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved