Berita Pangkalpinang
40 Persen Ibu Hamil di Babel Melahirkan Secara Caesar, Jauh Lewati Standar WHO
BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang mengungkap fakta bahwa 40 persen ibu hamil di Bangka Belitung ternyata melahirkan secara caesar.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang mengungkap fakta bahwa 40 persen ibu hamil di Bangka Belitung ternyata melahirkan secara caesar.
Persentase itu dinyatakan telah jauh melebihi standar WHO.
Fakta ini terungkap saat BPJS Kesehatan Pangkalpinang mengurai total klaim kesehatan di Bangka Belitung pada 2024 yang sebesar Rp672 miliar.
Kepala BPJS Kesehatan cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita menyampaikan dari total klaim yang dibayarkan, tindakan operasi caesar menjadi pembayaran tertinggi yang diberikan ke fasilitas kesehatan.
Persentase persalinan melalui operasi caesar di Bangka Belitung mencapai 40 persen, jauh di atas standar WHO yang hanya 15 persen.
Selain sesar, kalim tertinggi lainnya diikuti oleh beberapa layanan penyakit seperti jantung, diabetes, gagal ginjal dan beberapa tindakan khemoterapi.
“Pembayaran klaim yang banyak itu terjadi operasi sesar ibu melahirkan. Kita melihat secara provinsi ini sudah di atas standar WHO yakni di atas 15 persen sedangkan di kita mencapai 40 persen sehingga nanti kami akan serius melihat ini,” ungkap wanita yang kerap disapa Mita kepada awak media, Rabu (19/3/2025).
Dalam meminimalisir pembiayan tindakan operasi ini, Mita menyebut, pihaknya juga akan memperketat atau melakukan verifikasi status pasien yang melakukan operasi apakah memiliki indikasi medis atau tidak
“Kami nanti akan secara serius melihat ini, mengedukasi masyarakat bahwa yang dijamin itu hanyalah operasi sesar dengan indikasi medis jika tidak dengan indikasi medis maka tidak dijamin JKN, sehingga kami berharap yang tidak memiliki indikasi bisa bersalin secara normal, namun kalau memang beresiko tentu FKTP akan merujuk,” terangnya.
Diakuinya, tingkat keaktifan peserta JKN di Babel sudah diangka 80 persen dan setiap daerah sudah dinyatakan UHC.
Hanya saja, kesadaran masyarakat membayar iuran JKN, khususnya kelas mandiri masih menjadi PR atau tantangan.
“Kalau saya lihat untuk pembayaran iuran saat ini memang dari angka tunggakan ini cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi total tunggakan tahun sebelumnya ini mencapai 180 M sekarang ini sudah lebih atau sebanyak Rp193,8 miliar. Kami berharap masyarakat yang tidak mampu bayar lunas ini bisa mengikuti program cicilan melalui program Rehab, Bagaimana nanti menyelesaikannya kita juga bantu cari solusi,” ucapnya.
Dia menuturkan, program perlindungan ini bisa dirasakan manfaatkannya dan berlanjut jika keterlibatan dan kepatuhan peserta membayar iuran JKN.
“program JKN ini banyak membantu orang, jangan sampai pelaku kita yang tidak patuh dalam pembayaran maka ini bisa mengancam program ini. Kita kira terus edukasi, kalau semua menjadi peserta JKN aktif dan membayar iuran seharusnya tidak ada istilah penerimaan lebih kecil atau defisit BPJS kesehatan,” tuturnya.
Selain itu, Mita mengungkapkan, total belanja atau klaim ini tercatat mengalami defisit dibandingkan iuran yang diterima BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang yang hanya sebesar 634 Miliar pada tahun 2024.
| Kapolres Bangka Barat Tekankan Pendekatan Humanis dalam Penegakan Hukum |
|
|---|
| Puluhan Reklame Bermasalah Disorot, Wali Kota Pangkalpinang Targetkan Penertiban demi Keadilan Pajak |
|
|---|
| DWP Pangkalpinang Gelar Halalbihalal, Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah |
|
|---|
| Ditpolairud Polda Babel Amankan BBM Jenis Solar dan Pertalite Diduga Ilegal di Pantai Tanjung Bunga |
|
|---|
| Pemilik Toko Kelontong di Pangkalpinang Terpaksa Naikkan Harga Jual Plastik Kemasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210804-ilustrasi-ibu-hamil.jpg)