Jumat, 10 April 2026

Berita Pangkalpinang

Dialog Ruang Tengah: Mengupas Misi Besar Unmuh Babel untuk Eksis di Dunia Internasional

Unmuh Babel telah membuka 10 program studi (prodi) dengan akreditasi Baik Sekali ataupun satu yang Unggul.

Tim Video Bangka Pos.
Program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos bersama Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri edisi Jumat (21/3/2025) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang tergabung dalam jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung ( Unmuh Babel ) terus mengembangkan dirinya.

Sejak berubah status menjadi Universitas pada 2020 lalu, Unmuh Babel membangun sebuah ekosistem kampus berdasarkan lima pondasi utama yang menjadi pedoman.

Saat ini, Unmuh Babel yang dipimpin oleh Fadillah Sabri selaku Rektor juga banyak melahirkan banyak lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan kampus lain.

Bersama Fadillah Sabri, Unmuh juga telah membuka 10 program studi (prodi) dengan akreditasi Baik Sekali ataupun satu yang Unggul.

Melalui Program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos edis Jumat (21/3/2025) Fadillah Sabri memaparkan mengenai visi Mencerahkan Masa Depan: Pendidikan dan Nilai-Nilai Muhammadiyah di Unmuh Babel.

Berikut petikan wawancara bersama Rektor Unmuh Babel Fadillah Sabri yang dipandu Jurnalis Bangka Pos Edy Yusmanto tersebut:

1. Q: Apa visi besar dari Unmuh Babel?
A: Misi besar Unmuh Babel itu jelas misi besar dari Muhammadiyah itu sendiri, karena keberadaan Unmun Babel merupakan amanah dari musyawarah wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung. Waktu itu di Sungailiat, untuk merubah bentuk Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) menjadi Universitas. Jelas misi utamanya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai UUD 1945, Muhammadiyah kan dari dulu tidak terlepas dari itu, dari pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat. Kami diamanahkan melakukan perubahan, alhamdulillah 2020 jadi Unmuh Babel itu. Sekarang sudah berkembang 10 Prodi, empat fakultas dan akreditasi baik sekali dan satu yang unggul. Alhamdulillah keberadaan Unmuh senantiasa menjadi sahabat baik masyarakat Bangka Belitung. Kami memiliki lima pondasi utama, ke-islaman, ke-Indonesiaan, kekinian, ke-disinian dan ke-masadepanan.

2. Q: Jadi pondasinya sampai ke lima itu?
A: Iya, jadi saya tanamkan terus pada para dosen, ini loh misi kita itu. Bukan sekedar kita mengajar, bukan kita sekedar memberi nilai pada mahasiswa melahirkan para sarajana, tapi ada misi besar dari perserikatan itu sendiri. Terutama bagaimana kita menjadi bagian dari bangsa ini, untuk memberikan sesuatu yang lebih kemanfaatannya. Unmuh Babel itu paling tidak ingin jadi yang baik lah, alhamdulillah gerakan ini sudah mulai dilirik oleh kawan-kawan. 

3. Q: Berarti Unmuh juga sangat terbuka dengan era yang sekarang ini?
A: Sangat terbuka, kita kan ada nilai-nilai moral untuk membatasi itu. Akan tetapi kita juga harus melihat jika dampak negatif itu ada, karena terkadang kalau kita sering menggunakan AI kita akan tumpul. Jadi konsep kekinian itu adalah bagaimana kita menyesuaikan dengan hal-hal yang sifatnya perkembangan zaman, karena Al Quran mengharuskan kita untuk mengikuti zaman. Baru masuk ke yang ke-disinian dan banyak orang yang belum paham, itu kan kemampuan kita untuk memastikan kearifan lokal terjaga. Jangan sampai kita ada di kampung A, tapi tidak memberikan manfaat ke kampung itu, oleh karena itu setip penelitian dosen, hibah itu harus mencantumkan apa manfaat untuk Bangka Belitung

4. Q: Bagaimana dengan ke-masadepanan?
A: Unmuh Babel punya visi untuk menjadi kampus yang eksis di dunia internasional, makanya saya mendirikan lembaga kantor pengurusan internasional. Kita sudah ada mahasiswa asing, sekarang ada 2, tahun ini ada 100 yang mendaftar, tapi itu diseleksi ada 60an diterima. Mereka datang sendiri, alhamdulillah kita kerjasama dengan PT Timah bisa membantu penginapan. Kenapa ini penting, karana kita bagian dari bumi ini, jadi harus ada kontribusi. Kemudian kita ada KKN internasional, kita harus seperti itu untuk maju.

5. Q: Dari semua nilai-nali itu, bagiamana dengan pengawasan baik civitas akademika ataupun mahasiswa?
A: Selama di kampus ya memang tanggungjawab kita, di luar kampus kita membangun semacam komunitas. Contohnya di kampus itu ada semacam komite-komite, kemudian ada semacam komite untuk moralitas, bullying, itu kita bentuk. Oleh karen itu dari situ, kami bentuk secara berlapis, sistem pemerintahan kita kan berebeda. Saya menganut pemerintahan mahasiswa, jadi presiden mahasiswa Unmuh itu dipilih DPM, bukan secara pemilihan langsung dan mereka berhak memberikan pendapat pada Rektor. Jadi pengawasan kita bertahap, teruma pada dosen, pertama komitmen akademik ataupun komitmen moralitas, kemudian plagiasi juga saya jaga betul.

6. Q: Termasuk berarti yang terlibat organisasi, berpolitik praktis sudah ada aturannya?
A: Untuk politik praktis kita ada aturannya, itu tidak boleh. Jadi dia harus cuti di luar tanggungan selama itu, ada kemarin pegawai kita aktif di Pangkalpinang saya cutikan dulu. Saya juga tidak sembarangan mengasih, saya lihat dulu kemanfaatannya.

7. Q: Berarti apa mimpi besar atau harapan seorang Fadillah Sabri untuk Unmuh itu mau seperti apa?
A: Saya membayangkan kampus itu jadi pusat peradaban, bukan hanya ilmu, semua di Bangka Belitung. Sebagaimana mimpi saya dulu saat membangun kampus yang saya dirikan, tapi mungkin belum bisa tersampaikan. Saya berharap Unmuh adalah rumahnya, saya harap Unmuh jadi rumah untuk siapa saja, sama-sama kita membangun peradaban keumatan. Kita harus bisa mencontoh apa yang dibawa nabi, kemudian doktrin keutamaan itu penting. Saya bermimpi Unmuh punya perusahaan sendiri, sehingga nanti bisa membiayai anak-anak kurang mampu itu. Termasuk sekarang kita sedang mendirikan SMP Boarding school di Koba, Bangka Tengah.

8. Q: Di penghujung ini apa yang mau disampaikan?
A: Baik, sahabat-sahabat Unmuh dimanapun berada percayalah tidak ada keberhasilan tanpa usah sungguh-sungguh. Barang siapa yang bersabar dia akan menikmati hasilnya. Sekali lagi doakan kami bersama kampus Unmuh Babel menjadi kampus idaman tidak hanya dari Bangka Belitung tapi juga yang lain. Sekali lagi saya mengajak putri-putri anda untuk bergabung ke Unmuh Babel, kalau tidak punya kemampuan secara ekonomi jangan khawatir kita punya Allah yang akan membantu anak-anak kita sukses meraih cita-cita mereka. Tetaplah menlangkah walaupun jalan yang kita lalui mendaki, fokus pada tujuan agar kita tetap sampai puncak.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved