Selasa, 21 April 2026

Jejak Arab Melayu di Bangka Belitung

Ponpes AL Islam Kemuja Dorong Generasi Muda Lestarikan Aksara Arab Melayu

Waktu itu saya tamat dari tingkat TPA melanjutkan ke Diniyah. Saat Diniyah saya belajar agama, disitu saya mulai belajar arab melayu seperti ...

Tim Video Bangka Pos
SANTRI -- Para santri Ponpes AL-Islam Kemuja, Bangka saat berbincang dengan Tim Bangka Pos soal penggunaan aksara arab melayu beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Meski memiliki sejarah panjang dalam syiar agama Islam di wilayah Bangka Belitung, sebagian besar generasi muda tidak lagi mempunyai pengetahuan mengenai aksara Arab Melayu.

Saat ini, pemahaman mengenai huruf arab melayu itu hanya dimiliki oleh para remaja yang menempuh pendidikan di sekolah keagamaan Pondok Pesantren tertentu.

Hal itu terjadi karena memang pembelajaran dalam sekolah keagamaan seperti Pondok Pesantren (Ponpes) AL Islam Desa Kemuja, Kabuapten Bangka terus mempertahankan pengajaran mengenai aksara arab melayu.

Salah satu siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ponpes AL Islam Kemuja, Nurhalizah menjadi bagian kecil dari para generasi muda yang terus mempelajari penggunaan huruf arab melayu.

Nurhalizah mengisahkan, dirinya sudah mulai belajar aksara tersebut saat masuk ke jenjang pendidikan setara dengan Sekolah Dasar (SD).

"Waktu itu saya tamat dari tingkat TPA melanjutkan ke Diniyah. Saat Diniyah saya belajar agama, disitu saya mulai belajar arab melayu seperti menulis, kemudian lanjut di MTs," katanya.

SANTRI -- Para santri Ponpes AL-Islam Kemuja, Bangka saat berbincang dengan Tim Bangka Pos soal penggunaan aksara arab melayu beberapa waktu lalu.
SANTRI -- Para santri Ponpes AL-Islam Kemuja, Bangka saat berbincang dengan Tim Bangka Pos soal penggunaan aksara arab melayu beberapa waktu lalu. (Tim Video Bangka Pos)

Dikatakan Nurhalizah, secara pribadi dirinya berharap agar penggunaan aksara arab melayu bisa terus berkembang meski di tengah zaman modern seperti sekarang.

"Saya harap semua orang bisa membaca dan menulis arab melayu. Walaupun era sekarang sudah semakin modern, tapi arab melayu harus dilestarikan," tuturnya.

Hal senada disampaikan Nurul, santri Ponpes AL Islam Kemuja lainnya, yang turut berharap agar arab melayu terus dilestarikan pada zaman modern ini.

"Mungkin akan terus berkembang, soalnya kan di pondok-pondok itu biasanya didominankan arab melayu," ucapnya. (Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved