Tribunners
Asa ke Piala Dunia Masih Ada
Pertandingan yang sangat krusial dan setiap pertandingan sisa bak pertandingan "final" dan harus dapat dimanfaatkan oleh Jay Idzes dan kolega
Oleh: Ridwan Mahendra - Penikmat Sepak Bola
PERTANDINGAN Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menyisakan ketidakpuasan bagi pencinta sepak bola Tanah Air. Pasalnya di matchday ketujuh Grup C tersebut, tim nasional (timnas) Indonesia harus menelan pil pahit tatkala bersua Socceroos (julukan timnas Australia) di Sydney Football Stadium dengan skor yang sangat mencolok 5-1 bagi kemenangan timnas Australia pada 20 Maret 2025.
Kekalahan tersebut membawa timnas Indonesia merosot di posisi kelima klasemen sementara Grup C. Pada pertandingan tersebut, sebenarnya Indonesia mendapat peluang ketika dihadiahi tendangan 12 pas setelah Rafael Struick dilanggar. Kevin Dick yang menjadi algojo penalti tersebut sudah berusaha semaksimal mungkin menceploskan bola ke gawang timnas Australia, alih-alih bola masuk ke gawang lawan, bola yang ditendang Dick membentur tiang gawang.
Kegagalan penalti tersebut membawa angin segar bagi timnas Australia yang mengakhiri babak pertama dengan keunggulan skor 3-0 di hadapan pendukungnya sendiri. Selepas turun minum, timnas Indonesia masih mencoba menyerang, di statistik pertandingan Indonesia unggul segalanya dari timnas Australia, di antaranya penguasaan bola 61 persen berbanding 39, tembakan 11 berbanding 9, operan 518 berbanding 348, serta akurasi operan mencapai 86 persen berbanding 81 persen.
Meski memiliki keunggulan mayoritas secara permainan, hasil akhir berkata lain, timnas Australia unggul dengan skor 5-1 atas timnas Indonesia. Satu-satunya gol Indonesia dicetak oleh debutan pemain timnas Indonesia, Romeny.
Debut tak manis Kluivert
Patrick Kluivert menjadi nakhoda skuad Garuda (julukan timnas Indonesia) setelah didepaknya Shin Tae-yong beberapa waktu lalu. Debut mantan pemain Ajax, AC Milan, Barcelona, serta timnas Belanda itu tak berjalan mulus meski Kluivert bagian dari "Generasi Emas Ajax" pada dekade 1990-an.
Bahkan debut bersama timnas Indonesia tersebut menjadi debut yang terburuk bagi persepakbolaan Tanah Air di Kualifikasi Piala Dunia terutama dalam hal skor pertandingan (Tribunnews, 20/3/2025).
Sebelum Kluivert, tiga nama pelatih yang merasakan debut yakni Ivan Toplak (1993), Henk Wullems (1997), dan Wim Rijsbergen (2011). Dibandingkan dengan tiga pelatih tersebut, dapat dikatakan debut Kluivert yang paling brutal dan horor.
Wim Rijsbergen yang melakoni debut melatih timnas Indonesia melawan Turkmenistan pada tahun 2011. Dalam tajuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2014, laga timnas Indonesia yang didampingi pelatih asal Belanda itu berakhir dengan skor imbang 1-1.
Selanjutnya, pelatih Henk Wullems saat menjalani debut sebagai pelatih timnas Indonesia terjadi tahun 1997, tepatnya tanggal 1 Juni. Laga debut Henk Wullems melatih timnas Indonesia juga berakhir imbang 1-1 melawan Uzbekistan di Kualifikasi Piala Dunia 1998.
Sementara itu, debut Ivan Toplak pada tahun 1993, hampir mirip dengan Kluivert yang sama-sama kalah, tetapi skornya tidak terlalu telak. Tepat dalam laga melawan Qatar di Kualifikasi Piala Dunia 1994, Ivan Toplak merasakan debut pahit lantaran timnas Indonesia kalah dengan skor 1-3.
Asa ke Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia masih memiliki asa untuk bermain di Piala Dunia 2026. Timnas Indonesia masih menyisakan tiga pertandingan kunci di Grup C yang di antaranya laga kandang melawan Bahrain pada 25 Maret mendatang, laga kandang melawan Cina pada 5 Juni mendatang, dan laga pemungkas dengan melawat ke Jepang pada 10 Juni mendatang.
Pertandingan yang sangat krusial dan setiap pertandingan sisa bak pertandingan "final" dan harus dapat dimanfaatkan oleh Jay Idzes dan kolega mengingat hanya melalui dua cara agar timnas Indonesia dapat bermain di Piala Dunia.
Ridwan Mahendra
Rafael Struick
Patrick Kluivert
Shin Tae-yong
Piala Dunia 2026
Kualifikasi Piala Dunia 2026
| Totalitas Berliterasi: Luruskan Niat, Kuatkan Komitmen |
|
|---|
| Sistem Pemilihan dan Tantangan Mendasar Partai Politik Indonesia |
|
|---|
| Masa Depan Koperasi Desa Merah Putih dan Harapan Baru Ekonomi Desa |
|
|---|
| Merayakan Hari Jadi Daerah dengan Puisi |
|
|---|
| Tahun Baru, Luka Lama: Amerika, Venezuela, dan Kekerasan yang Dinormalkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241205_-Ridwan-Mahendra.jpg)