Sabtu, 11 April 2026

Willie Salim Dituding Settingan soal Daging Rendang Hilang di Palembang, Influencer Kumpulkan Bukti

"Jika settingan, maka Willie Salim telah ikut andil dalam merusak nama baik Palembang, dan seharusnya ada pertanggungjawaban," tegasnya.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
Tiktok/williesalim
DAGING RENDNG HILANG -- Momen Willie Salim datang ke Palembang dengan menyiapkan daging sapi 200 kg untuk dimasak rendang di kuali besar di Benteng Kuto Besak (BKB), pada Selasa, 18 Maret 2025. 

BANGKAPOS.COM -- Hilangnya daging rendang sebanyak 200 kg yang hendak dibagikan oleh Willie Salim kepada warga Pelambang dinilai settingan.

Kini banyak influencer Palembang berusaha mengumpulkan bukti untuk membuktikan hal tersebut.

Bukan tanpa alasan, akibat daging rendang hilang di Palembang, kini kota pempek tersebut mendapatkan banyak cibiran di media sosial.

Tak sedikit yang menuding warga Palembang tidak tertib, rakus, hingga kampungan.

Suzannita, seorang influencer dan blogger Palembang mengungkap timbulnya rasa malu akibat cibiran netizen tersebut.

Usaha untuk membangun branding Palembang susah payah, promosi wisata Palembang, hancur oleh konten masak rendang.

Menurutnya, jika benar kejadian ini adalah settingan, maka ini benar-benar tindakan yang sangat disayangkan. 

"Sudah berapa hari ini nama Palembang menjadi bahan cibiran di media sosial disebut tidak tertib, rakus, bahkan dibandingkan dengan kerumunan di Prindavan."

"Padahal, banyak pihak yang sudah bekerja keras mempromosikan Palembang sebagai kota wisata kuliner yang berkelas," ungkap Suzan, kepada Tribunsumsel.com, Sabtu (22/3/2025).

Karena mengumpulkan beberapa bukti kejanggalan rendang belum matang dan sengaja ditinggalkan tanpa pengawasan, akhirnya ia dan influencer lain speak up tentang kasus ini, Willie Salim seharusnya bertanggung jawab. 

Masih terasa janggal saja, jika 200 kilo daging baru masuk jam 7 malam, yang artinya rendang baru matang sekitar tengah malam atau menjelang sahur. 

"Minimal, ia harus memberikan klarifikasi dan minta maaf. Karena tanpa konteks yang jelas, citra Palembang yang sudah dibangun susah payah hancur begitu saja hanya demi sebuah "konten seru"."

"Jika settingan, maka Willie Salim telah ikut andil dalam merusak nama baik Palembang, dan seharusnya ada pertanggungjawaban," tegasnya.

Sebagai orang yang lahir dan besar di Palembang, ia tidak akan tinggal diam saat nama kota ini dirusak.

"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung," katanya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved